- Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel meminta Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur ( NTT) memerhatikan daya tampung wisatawan yang melihat atraksi atau berkunjung ke destinasi wisata di sana.
Hal tersebut untuk mendukung pengembangan sustainable tourism guna menjaga kelestarian dalam konsep pariwisata berkelanjutan.
"Dalam pariwisata, carrying capacity didefinisikan sebagai jumlah maksimal pengunjung di suatu lokasi pariwisata tanpa memberikan dampak buruk untuk lingkungan, sosial budaya dari tempat yang dikunjungi yang juga berdampak pada rasa kepuasan pengunjung, ujar Valerina beberapa waktu lalu.
Selain menjaga pengembangan sustainable tourism tetap berjalan, pembatasan ini juga dapat memelihara ekosistem yang ada di sana, salah satunya Taman Nasional Komodo.
Contoh bila banyak diver yang menyelam di Manta point malah membuat ikan pari merasa terganggu. Bahkan bisa menyerang kita, ujar Valerina.
Diketahui, Labuan Bajo ditetapkan menjadi 10 destinasi prioritas pariwisata yang kerap didatangi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Para tokoh dan selebriti internasional seperti Gwyneth Paltrow, juara dunia MotoGP 2010 Jorge Lorenzo, bintang sepakbola Manchester United Chris Smalling, hingga pesepak bola dunia Marcos Llorente dan Arjen Robben pernah mengunjungi Labuan Bajo untuk berlibur.
Selain itu, Labuan Bajo dinobatkan oleh CNN International Travel sebagai destinasi peringkat dua snorkel site terbaik dunia setelah Raja Ampat, mengalahkan Kepulauan Galapagos di Ekuador.
No comments:
Post a Comment