Showing posts with label santai. Show all posts
Showing posts with label santai. Show all posts

Monday, November 25, 2019

Mengenal Watu Krus, Jejak Pertama Bangsa Portugis di Sikka Flores

Watu Krus (Batu Salib), jejak peninggalan bangsa Portugis di pantai Selatan tepatnya di Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/6/2019).

Ternyata bangsa Portugis pertama kali menginjakkan kakinya di pantai Selatan Maumere tepatnya di Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu ditandai dengan adanya Watu Krus ( Batu Salib) yang berada tepat di Bola, Pantai Selatan Maumere. Hingga kini, Watu Krus itu masih berdiri kokoh meski selalu diterjang ombak.

Masyarakat Desa Bola pun menjaga dan merawat Watu Krus dengan baik. Watu Krus tersebut dipercaya merupakan jejak dan peninggalan suci dari Bangsa Portugis di tempat.

Sabtu (15/6/2019), saya bersama tiga rekan jurnalis memilih berwisata di Pantai Bola yang berada di bagian selatan kota Maumere.

Tujuan kami ke arah selatan Maumere itu adalah hendak mengeksplor keindahan Pantai Bola dan Watu Krus jadi target utama.

Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok di antara perbukitan, tibalah kami di bibir pantai Bola, tepatnya Kampung Bola, Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka itu.

Di bibir Pantai Bola kami langsung menyaksikan pesona Watu Krus (Batu Salib). Letaknya sekitar 100 meter dari bibir pinggir pantai. Batu itu berdiri kokoh di atas batu karang.

Di sekitar Watu Krus itu tampak warga sedang asyik mencari ikan dan kerang di genangan air di pantai yang dipenuhi batu karang. Kami pun mengabadikan Watu Krus itu.

Setelah mengambil gambar, kami mendekati dua orang warga Bola yang tengah menikmati suasana siang di pinggir pantai. Kami berbincang tanya seputar keberadaan dan sejarah Watu Krus itu. Tetapi mereka mengaku kurang terlalu paham dengan sejarahnya.

Salah seorang tokoh muda Bola, Martinus pun berinisiatif memanggil tokoh sesepuh di Desa Bola yang paham sejarah Watu Krus itu. Ia adalah mama Maria Adolorata. Kebetulan juga, rumahnya tidak jauh dari pantai Bola.

Lima menit berselang, Martinus pun muncul bersama seorang ibu yang tak lain adalah Maria Adolorota. Kami menyalaminya sambil menyatakan maksud kunjungan ke Desa Bola. Maria juga menyalami dan menyapa kami dengan tegur sapa yang ramah penuh lembut.

4 Tips Liburan ke Taman Bunga Alamanda yang Instagramable di Jogja

Taman Bunga Alamanda di Sleman, Yogyakarta yang Penuh Spot Foto.

Mengunjungi taman bunga yang penuh warna bisa menjadi alternatif tempat liburan untuk mengisi akhir pekan. Warna-warni keindahan bunga bisa menjadi sarana relaksasi untuk mengusir penat bekerja.

Berkunjung ke taman bunga juga pas bagi mereka pencinta fotografi dan selfie. Hasil foto keren yang untuk mewarnai konten media sosial bisa didapatkan usai berkunjung ke taman bunga.

Bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya, tidak sulit untuk berwisata ke taman bunga. Ada Taman Bunga Alamanda yang tepatnya berada di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta.

Ada berbagai bunga warna-warni yang semakin lengkap dengan berbagai ornamen instagramable. Taman ini pun cocok dikunjungi untuk liburan sekeluarga atau bersama pasangan.

Jika ingin berkunjung ke Taman Bunga Alamanda, berikut 4 tips-nya:

Taman Bunga Alamanda merupakan jenis wisata luar ruangan sehingga paling pas dikunjungi ketika cuaca cerah. Tentu jika cerah, penjelajahan dan aktivitas berfoto bisa dilakukan dengan leluasa.

Memang tersedia payung untuk pengunjung yang bisa melindungi dari hujan. Namun, aktivitas berfoto tidak akan bisa dilakukan dengan leluasa. Hal itu karena perangkat kamera bisa rusak jika terkena air hujan.

Selain itu jika cuaca cerah, bunga-bunga dan ornamen lain di taman ini akan semakin hidup. Terlebih jika langit sedang cerah, maka langit biru akan membuat hasil jepretan semakin menawan.

Saat cuaca cerah, datang di pagi atau sore hari merupakan keputusan yang pas. Untuk sementara Taman Bunga Alamanda akan buka dari pukul 08.00 sampai 18.00 WIB, meski ada rencana dibuka sampai malam saat sudah selesai 100 persen nanti.

Simak Aneka Promo Menarik di Deep and Extreme 2019

Pengunjung berinteraksi dengan penyelam dari POSSI di Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 yang digelar di JCC Senayan, Kamis (4/4/2019).

- Pameran diving dan adventure travel terbesar di Indonesia Deep and Extreme Indonesia (DXI) telah di buka hari ini, Kamis (4/4/2019). Pameran ini digelar di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Sebanyak 200 stan berpartisipasi dalam DXI 2019. Ada banyak promo menarik yang dapat Anda temui di pameran yang akan berlangsung hingga Minggu (7/4/2019) ini.

Berikut Kompas.com merangkum beberapa penawaran menarik di DXI 2019.

Ada banyak toko alat selam atau diving yang membuka stan di DXI 2019. Stan-stan menawarkan berbagai merk peralatan selam mulai dari Scubapro, Subgear, Aqualung, hingga Tusa.

Di stan-stan tersebut rata-rata menawarkan discount 25 hingga 30 persen untuk fin, masker, hingga wetsuit selam.

Berbagai macam peralatan selam ini dapat Anda temui di blok C, E, hingga F Exhibition Hall B JCC Senayan.

Beberapa dive center membuka stan di pameran ini. Rata-rata membuka kelas selam murah untuk sertifikasi open water diving (OWD) dengan diskon sekitar 25 persen.

Bagi Anda yang baru akan memulai berlatih selam, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada para dive master yang berjaga di stan-stan tersebut

Di DXI 2019 Anda akan menemukan dry bag dengan harga mulai dari Rp 75.000. Beberapa stan menyediakan dry bag dari berbagai merk dan ukuran.

Stan Consina misalnya, menyediakan dry bag dari ukuran 5 liter hingga 30 liter dengan potongan harga mencapai 30 persen.

Sunday, November 24, 2019

Bukit Cinta, Destinasi Gratis Menikmati Pemandangan Alam Labuan Bajo

Pemandangan alam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT jika dilihat dari puncak Bukit Cinta, Jumat (15/2/2019).

Kawasan Wisata Labuan Bajo biasanya diidentikkan dengan Taman Nasional Komodo. Namun, tak hanya komodo, Labuan Bajo juga menawarkan keindahan alamnya.

Untuk menikmati keindahan alam Labuan Bajo, ternyata Anda tak melulu harus mengeluarkan tarif yang mahal.

Di sekitar Labuan Bajo Anda dapat menikmati pemandangan alam yang indah tanpa harus membayar tiket masuk. Salah satunya Bukit Cinta atau kerap juga disebut Bukit Silvia.

Kemarin, Jumat (15/2/2019), KompasTravel bersama para pemenang Liburan Gratis Cordela Hotels & Alfa Resort berkesempatan mengunjungi Bukit Cinta. Kebetulan lokasinya tak terlalu jauh dari tempat kami menginap.

Mobil hingga minibus dapat masuk area parkir di kaki Bukit Cinta. Kemudian kami harus melewati jalan berbatu dan menanjak untuk mencapai puncak bukit.

Sebelum mencapai puncak bukit, ada banyak spot yang dapat Anda gunakan untuk berfoto dengan latar pemandangan alam yang luar biasa indah.

Saat itu kami membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk dapat sampai ke puncak. Cukup menguras tenaga memang. Namun, lelah kami terbayar dengan pemandangan Labuan Bajo yang sangat menakjubkan.

Di sisi timur kami melihat pemandangan laut dengam gugusan bukit hijau yang sangat cantik.

Kemudian di sisi barat kami melihat pemandangan serupa, lengkap dengan pemandangan kapal-kapal yang tengah beraktivitas di pelabuhan. Lokasi ini juga sangat cocok bagi Anda para pemburu golden sunset.

Warna oranye matahari terbenam berbaur dengan bukit hijau yang menjulang tinggi serta hamparan lautan nan biru. Sangat indah.

Jadi, jika Anda berkunjung ke Labuan Bajo, sempatkan waktu menyambangi Bukit Cinta untuk menyaksikan pemandangan alam yang apik, secara gratis.

Thursday, November 21, 2019

Mampukah Start Up Kuliner Jadi Unicorn?

Ilustrasi makanan

- Kuliner dapat menjadi bisnis dengan keuntungan masif yang menarik untuk digeluti. Namun tentunya ada syarat dan usaha lebih yang harus dilakukan.

" Start up adalah sebuah pendekatan. Jangan cuma bicara start up teknologi atau unicorn. Di kuliner juga bisa jadi unicorn," jelas Kepala Deputi untuk Akses Finansial Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Fadjar Hutomo ditemui di pembukaan Accelerice, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Fadjar mencontohkan bisnis kuliner yang tergolong sukses dan berkembang dengan cepat di Indonesia adalah Warunk Upnormal.

Dalam kurun waktu empat tahun Warunk Upnormal mampu membuka 80 outlet di kota-kota Indonesia.

Tak hanya Warunk Upnormal, Fadjar juga menyebutkan beberapa venture capital juga mulai menyuntikkan dana ke merek kopi lokal Indonesia. Seperti Fore Coffee dan Kopi Kenangan yang mendapat kucuran dana sampai jutaan dollar AS untuk mengembangkan bisnis.

"Saya kira mereka (pemodal) melihat peluang (bisnis kuliner) besar untuk jadi champion dalam teknologi kita," ungkap Fadjar.

Fadjar sendiri menyebutkan potensi bisnis kuliner di Indonesia sangat besar. Sayangnya masih sering tebentur ketika ingin mengembangkan bisnis ke skala lebih besar. Ia menyebutkan rata-rata karena bisnis tersebut tidak memiliki standar yang dapat mendukung dalam skala besar.

"Masih banyak start up kuliner kita yang butuh pendampingan untuk akselerasi bisnis. Buat kita pemerintah, peran dari swasta juga penting," jelas Fadjar.

Bekraf juga mencatat kuliner merupakan subsektor dengan pendapatan tinggi, mampu berkontribusi 30 persen dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Sedangkan data dari Food Inovation dan Knowledge Hub Accelerice mencatat ada 5,6 juta pelaku usaha kuliner di Indonesia, yang berpeluang besar untuk diakselerasi menjadi bisnis kuliner yang berskala lebih besar.

Wednesday, November 20, 2019

Sejarah Masjid Kubah Emas di Depok

Salah satu bagian dari Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Kubah Emas yang berlokasi di Jalan Raya Meruyung, Sawangan, Depok. Foto diambil pada Senin (5/6/2017).

Pendiri Masjid Dian Al Mahri atau dikenal Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat, Dian Djuriah Rais tutup usia, Jumat (29/3/2019). Dian adalah sosok di balik bangunan ikonik di Depok ini.

Menurut skripsi karya Mirza Shahrani, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008, "Masjid Kubah Emas di Depok: Fenomena Reproduksi Masjid Kawasan Timur Tengah Dalam Konteks Indonesia", Dian merupakan pengusaha asal Banten yang lahir pada 1953.

Usaha Dian ada banyak, salah satunya di bidang properti yang dirintis sejak 1980. Ia lebih banyak menjalankan usaha di Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi.

Selain terkenal sebagai pengusaha sukses, Dian juga terkenal sebagai seorang dermawan yang gemar membantu anak yatim piatu dan membangun masjid sebagai bentuk ibadah. Tercatat kurang lebih ada 1.000 masjid yang dibangun Dian tersebar di Indonesia.

Dian disebutkan membangun masjid berdasarkan spontanitas. Saat jalan-jalan ke suatu daerah dan melihat masyarakat membutuhkan masjid, secara spontan Dian akan membantu pembangunan masjid di daerah tersebut.

Salah satu yang paling terkenal adalah Masjid Dian Al Mahri yang dibangun pada 2001 dan selesai pada 2006. Masjid Dian Al Mahri dengan luas 8.000 meter persegi berdiri di lahan seluas 70 hektar, membuatnya menjadi masjid dengan lahan terluas di Jabodetabek.

Dalam skirpsi tersebut juga diungkapkan bahwa Dian berpendapat masjid adalah representasi rumah Tuhan, sehingga membangun masjid yang indah dan megah adalah sebuah bentuk ibadah.

Masjid yang megah dan indah, menurut Dian, juga dapat mengantarkan perasaan, menggetarkan jiwa, menggenapkan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, Sedangkan keindahan masjid mampu mengingatkan manusia akan kebesaran Tuhan.

Untuk menghadirkan masjid yang mampu menjadi simbol keagungan Islam, maka Dian beranggapan arsitektur masjid tersebut harus mencirikan arsitektur Islam yang kuat.

Dalam hal ini ia mengacu pada daerah asal kelahiran Islam, yakni Timur Tengah. Itulah rujukan desain Masjid Kubah Emas. Arsitektur masjid di Timur Tengah memiliki ciri khas kubah, minaret, halaman depan, serta penggunaan detail atau hiasan dekoratif berbentuk geometris.

Ciri khas Masjid Kubah Emas tampak dari lima kubah yang dilapisi emas. Pemasangan emas dilakukan dengan tiga teknik.

Pertama dengan serbuk emas yang terpasang di mahkota pilar, gold plating terdapat pada lampu gantung, pagar mezanin, ornamen kaligrafri kalimat tasbih, dan pucuk langit langit kubah, Sedang kubah utama dan kubah menara menggunakan teknik gold mozaik solid.

Masjid Kubah Emas sendiri berlokasi di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Pemilihan Depok sebagai lokasi ini dengan alasan Dian gemar bercocok tanam dan ingin lingkungan masjid asri.

Kemudian Dian juga tinggal di kawasan tersebut, karena dinilai Depok mudah diakses jika harus ke Jakarta, dan lahan pembangunan Masjid harus besar dan Depok yang dipilih.

Dian berharap Masjid Kubah Emas menjadi kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan umat Islam akan sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang menyatu dalam kawasan Islamic Center Dian Al Mahri.

Dalam kawasan tersebut juga berdiri rumah pribadi Dian, gedung serba guna, vila, dan pertokoan. Ia sebenarnya juga berharap adanya pembangunan rumah sakit, dan sekolah asrama dalam kawasan Masjid Kubah Emas.

Pada hari Minggu atau libur, Masjid Kubah Emas didatangi sekitar 10.000 orang. Jumlahnya bahkan lebih saat ada hari raya atau peringatan Agama Islam. Banyaknya pengunjung, membuat masyarakat sekitar juga terbantukan dalam sektor ekonomi dari Masjid Kubah Emas.

BCA Australia Travel Fair Digelar di Gandaria City Hingga 17 Maret

The Pinnacles, Nambung National Park, Australia Barat.

- Pameran wisata BCA Australia Travel Fair digelar di Main Atrium Utama, Gandaria City pada 14-17 Maret 2019. Acara BCA Australia Travel Fair memasuki tahun kedua ini mengangkat tema promosi UnDiscover Australia.

Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA, Mira Wibowo dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, mengatakan, Kami sangat senang melanjutkan kemitraan kami dengan Tourism Australia, melalui BCA Australia Travel Fair."

Ia menyebut Australia telah membuktikan diri sebagai tujuan yang sedang tren bagi masyarakat Indonesia dan dengan kampanye terbaru Tourism Australia, lebih banyak orang Indonesia akan memilih Australia sebagai tujuan liburan berikutnya.

"Tak hanya itu, kami menawarkan cashback hingga 5 juta rupiah dan cicilan 0% hingga 6 bulan untuk pemegang Kartu Kredit BCA, lanjutnya.

BCA Australia travel fair ini didukung oleh 7 mitra maskapai penerbangan yaitu, Singapore Airlines, Qantas, Garuda Indonesia, Virgin Australia, Malaysia Airlines, Fly Scoot, dan Royal Brunei; serta 7 agen perjalanan, yaitu Avia Tour, Dwidayatour, Bayu Buana, Golden rama, Smailing Tour, Wita Tour, dan Panorama JTB.

Tourism Australia mengajak masyarakat Indonesia untuk menemukan destinasi wisata yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Sebagai contoh, negara bagian Australia Barat menawarkan banyak bentang alam luar yang luar biasa dari daerah pantai ke The Pinnacles di bagian utara. Sementara, New South Wales menawarkan tujuan musim dingin yang luar biasa dengan banyak lereng ski.

Scott Walker, Country Manager Tourism Australia Singapura & Indonesia mengatakan, Banyak wisatawan Indonesia yang akrab dengan ikon dan kota-kota di Australia seperti Sydney, Melbourne, Perth dan Brisbane. Dengan adanya BCA Australia Travel Fair 2019, kami ingin menginspirasi dan mengajak wisatawan Indonesia untuk menjelajah sisi lain Australia."

Menurutnya, lebih dari 208.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Australia pada tahun 2018. Jumlah tersebut meningkat 8 persen dalam setahun terakhir.

"Dan kami berharap akan lebih banyak lagi wisatawan Indonesia berkunjung ke Australia untuk mendapatkan pengalaman UnDiscover Australia. BCA Australia Travel Fair 2019 juga bertujuan untuk menginspirasi para konsumen dalam merencanakan perjalanan ke Australia dengan zona pengalaman dan pertunjukan Australia Outback Spectacular, ditambah dengan penawaran yang menarik, tambah Scott.

Pilihan Toko Oleh-Oleh di Solo, Tempat Berburu Camilan saat Mudik

Toko oleh-oleh khas Solo Bu Jono di Pasa Jongko Jalan Dr Radjiman Solo, Jawa Tengah.


- Rasanya belum afdal kalau mudik ke Solo, Jawa Tengah, tidak membeli camilan (jajanan) oleh-oleh khas Solo. Ada banyak pilihan toko oleh-oleh yang menjual aneka macam camilan khas Solo.

Salah satunya, Toko Oleh-Oleh Khas Solo Bu Jono. Toko oleh-oleh ini berada di Pasar Jongke, Jalan Dr Radjiman Nomor 616, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, tidak jauh dari kampung batik Laweyan.

Toko Oleh-Oleh Khas Solo Bu Jono ini menjual aneka macam camilan yang bisa Anda nikmati saat mudik ke Solo seperti abon, srundeng, kripik paru, intip, karak bratan, kripik usus, ampyang, manisan, dan masih banyak lainnya.

Harga camilan di toko oleh-oleh khas Solo Bu Jono bervariasi. Mulai dari yang termurah seperti intip dijual dengan harga Rp 7.500 per plastik berisi satu buah.

Selain itu, ada karak bratan Rp 12.000 per plastik berukuran 2 ons, kripik paru Rp 35.000 per plastik berukuran 2 ons, intip asli Rp 13.000 per plastik satu buah.

Kemudian, camilan yang paling mahal adalah jenis abon dijual dengan harga Rp 77.000 untuk ukuran seperempat kilogram.

Pemilik toko oleh-oleh khas Solo Bu Jono, Astri Maelaningsih (38) mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan menghadapi musim mudik atau balik Lebaran dengan menambah stok makanan.

Biasanya momen Lebaran banyak pemudik yang singgah di tokonya untuk membeli oleh-oleh.


Pengunjung yang datang ke toko oleh-oleh miliknya pada momen ini meningkat dibanding hari biasa. Peningkatan jumlah pengunjung diprediksi dua kali lipat.

"Biasanya meningkat sampai dua kali lipat. Makanya saya terus menyetok makanan di toko," kata Astri, kepada KompasTravel, Senin (20/5/2019).

Astri mengungkap, camilan yang paling banyak dicari adalah karak bratan, kripik usu, kripik paru, kripik belut, ampyang, abon, intip dan masih banyak yang lainnya. Sebagian besar pembeli berasal dari luar kota.

Toko oleh-oleh khas Bu Jono buka mulai dari pukul 08.00-22.00 WIB. Sementara, pada Lebaran nanti buka mulai pukul 08.00-23.00 WIB.

Dari pengalaman Lebaran sebelumnya, lanjut dia, banyak para pemudik arus balik yang kembali ke perantauan pada saat malam hari.

"Lebaran biasanya saya buka sampai malam. Karena banyak pemudik arus balik yang pulangnya malam hari," ujar dia.

Dari Berlin, Menpar Terbang ke Paris Mengunjungi Markas UNESCO

Menpar Arief Yahya saat berada di markas UNESCO, Paris.

Setelah mengikuti rangkaian rangkaian acara pameran ITB Berlin 2019 yang berlangsung 5-10 Maret 2019, Menpar Arief Yahya terbang ke Paris, markasnya UNESCOlembaga PBB yang bergerak dalam bidang kebudayaan.

Adapun sebelumnya, ia telah memastikan pameran internasional yang diikuti pihak Indonesia itu berjalan lancer dan tepat seperti semestinya.

Kalau soal ITB Berlin, saya cukup confidence karena (saya) sudah memantau sendiri, sejauh ini lancar. Semoga hasilnya pertemuan antara buyers dan seller juga bagus serta grafiknya terus meningkat. Saya lihat detailnya selama di Berlin, di lingkungan pameran yang diikuti 180 negara itu bagus, kata Arief Yahya seperti dikutip dalam rilis yang diterima kompas.com, Jumat (8/3/2019).

Dia menuturkan bahwa booth Indonesia di gelaran tersebut cukup memikat orang untuk datang.

Desain Phinisi sebagai ikon selalu berubah setiap tahun, tetapi menggunakan setting model dan konsep yang sama, yakni kapal Phinisi. Perahu tradisional asal Bugis, Sulsel, khususnya Desa Bira, Kec Bonto Bahari, Kab Bulu Kamba itu hadir dengan bentuk khas, punya 3 tiang utama, 7 layar, 3 layar di depan, 2 di tengah dan 2 lagi di belakang.

Phinisi sudah keliling dunia, sudah dikenal, desain dan bentuknya khas Indonesia yang menandai bahwa Negeri Kita itu bangsa pelaut. Selain itu, sejak dulu, nenek moyang kita memang seorang pelaut. 10 Destinasi Prioritas atau 10 Bali Baru itu 7 di antaranya juga punya kekuatan pada sektor wisata bahari, ujar Menpar Arief Yahya.

Selain itu, venue ITB Berlin sendiri, Pavillion Indonesia selalu didatangi media, untuk interview mengenai pariwisata Indonesia. Di Majalah ITB Berlin News yang merupakan media ofisial pameran itu juga sudah ada executive interview dan promosi The Heart of Wonders. Saat ini di halaman itu terpampang foto Wastra Nusantara sebagai bagian 10 Bali Baru yang sedang dilombakan.

Di luar venue, branding dengan bus-bus yang keliling Kota Berlin juga sudah berlangsung sesuai rencana.

Saya memantau sendiri dari titik-titik yang ikonik itu bus Wonderful Indonesia berseliweran. Dari Check Point Charlie, Tauentzienstrabe, Lustgarten, East Side Gallery, Strausberger Platz, Mauerpark, Hauptbahnhof, Brandenburg Tor, Siegessaule, kata Arief Yahya.

Selama ITB Berlin berlangsung, desain destinasi wisata yang sudah siap dijual di Tanah Air turut dipromosikan di Ibu Kota Jerman tersebut.

Gambarnya beraneka ragam. Mulai dari Borobudur Joglosemar, Pink Beach Komodo Labuan Bajo NTT, Gebogan Bali, Gandrung Sewu Banyuwangi, Bromo Jatim, Raja Ampat Papua Barat, Wae Rebo NTT, Pulau Padar NTT, sampai gambar-gambar Danau Toba Sumatera Utara.

Segala aktivitas di pamerang tersebut dan hal-hal yang mendukungnya berjalan sesuai rencana dipimpin oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Nia Niscaya, dengan Asdep Eropa Agustini Rahayu.

Terima kasih juga, (sudah) dibantu Pak Dubes RI untuk Jerman, Havas Oegroseno yang support penuh. Saya terbang ke Paris, dan semalam sudah berdiskusi untuk mempersiapkan diri bersama tim KBRI Paris yang dipimpin Surya Rosa Putra, Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, kata Menpar Arief Yahya.

Tak Hanya Gunung Rinjani, 3 Gunung Ini Juga Pernah Alami Topi Awan

Fenomena topi awan di Gunung Rinjani, NTB.

Fenomena topi awan baru-baru ini terjadi di Gunung Rinjani yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Fenomena topi awan ini terbilang langka, sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan obyek foto.

Marufin Sudibyo, astronom amatir Indonesia, mengatkan fenomena ini dalam dunia astronomi disebut awan lentikular.

Sebetulnya tidak hanya Gunung Rinjani, beberapa gunung di Indonesia juga pernah mengalami fenomena topi awan ini.

Berikut beberapa fenomena topi awan yang terjadi di beberapa gunung di Indonesia:

1. Gunung Rinjani

Teguh Riyanto selaku Kepala Seksi Wilayah I Lombok Utara, Taman Nasional Gunung Rinjani menyebut fenomena topi awan yang terjadi pagi ini bukanlah kali pertama terjadi.

Sebelumnya, fenomena yang sama pernah terjadi pada 2009 dan terakhir pada 2018, tepatnya pada Mei dan September.

Dalam keterangannya Teguh menyebut selama ini topinya tidak pernah sesempurna ini. Menurutnya, topi awan terjadi karena ada pusaran angin di puncak Gunung Rinjani.

2. Gunung Semeru

Fenomena topi awan juga pernah terjadi di Gunung semeru pada Desember 2018.

Almarhum Sutopo Purwo Nugroho melalui postingannya bahkan pernah menyarankan untuk melakukan foto pre-wedding dengan latar belakang pemandangan fenomena awan lentikular di Gunung Semeru 2018 silam.

Coba alam nan indah ini dimanfaatkan buat foto pre-wedding. Mengabadikan masa indah saat mengikat cinta sebelum pelaminan. Alangkah indahnya. Hatimu akan selalu terayomi laksana awan lentikular itu. Meski cintamu saat ada turbulensi, ungkap Sutopo pada feedInstagram-nya pada Selasa (11/12/2018).

3. Gunung Lawu

Fenomena topi awan juga pernah dialami Gunung Lawu pada 8 Maret 2019.

Ketika itu terlihat awan raksasa menaungi gunung. Awan itu berwarna merah muda dengan sedikit warna cokelat.

Bentuk awan tersebut melingkar berlapis-lapis. Beberapa netizen pun mengunggah foto kondisi awan di puncakGunungLawu di media sosial.

Tuesday, November 19, 2019

Lewat Aplikasi, Tapanuli Tengah Perkenalkan Sejuta Pesona Destinasi

Menteri Pariwisata Arief Yahya.

KOMPAS.com - Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, memperkenalkan pariwisata lewat aplikasi Pesona Tapanuli Tengah.

Aplikasi tersebut diluncurkan dalam acara Malam Pagelaran Seni dan Budaya Kabupaten Tapanuli Tengah di Pekan Raya Sumatera Utara (PSRU), Kamis (28/3/2019) oleh Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad.

Melalui aplikasi ini, Tapanuli Tengah yang dikenal memiliki sejuta pesona destinasi dapat memperkenalkannya pada masyarakat luas. (Biar banyak yang tahu) Tapanuli Tengah punya potensi wisata yang sangat besra, ujarnya seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (29/3/2019).

Dia juga menuturkan, tanpa bantuan teknologi, pesona wisata Tapanuli Tengah akan sulit diperkenalkan pada khalayak.

Oleh sebab itu, peluncuran aplikasi merupakan strategi promosi wisata yang dianggap cocok dengan perkembangan zaman yang serba cepat seperti saat ini. Aplikais juga menjadi sarana yang cocok untuk menggaet wisatawan milenial.

Selain mempromosikan obyek wisata yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, aplikais juga dapat digunakan untuk memberi kemudahan pada wisatawan mengetahui obyek wisata. Bahkan fungsinya lebih besar dari itu, ujar Bakhtiar lagi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah Rahmad Jambak menyampaikan asa yang sama. Ia menuturkan harapan agar Tapanuli Tengah semakin banyak dikenal masyarakat.

Melalui aplikasi, wisatawan juga bisa mendapatkan voucher potongan harga hotel yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, sambungnya.

Di samping itu, ia juga menjelaskan bila nanti Tapanuli Tengah sudah dikenal khalayak dampaknya akan kembali pada masyarakat lokal.

Meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, kata dia, bisa meningkatkan roda ekonomi di wilayah tersebut.

Pihak Dinas Pariwisata secara bertahap mulai sosialisasikan aplikasi tersebut. Saat ini, beberapa tour guide lokal sudah mulai diedukasi mengenai penggunaan aplikasi itu.

Kami sudah mulai sosialisasikan pada wisatawan lewat petugas tour guide agar diteruskan, ujar Rahmad.

Setelah Thamrin, Artotel Kini Beroperasi di Wahid Hasyim

Kamar di ARTOTEL Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).

Jalan KH Wahid Hasyim merupakan pusatnya hotel bintang 3 di Jakarta Pusat. Kawasan ini merupakan pasar yang gemuk untuk bisnis perhotelan.

Tak heran jika ARTOTEL Group mendirikan hotel baru di Jalan KH Wahid Hasyim. Namanya ARTOTEL Wahid Hasyim-Jakarta. Sebelumnya ARTOTEL memiliki ARTOTEL Thamrin-Jakarta, tak jauh dari Jalan Wahid Hasyim.

CEO ARTOTEL Group, Erastus Radjimin mengatakan keberadaan ARTOTEL Wahid Hasyim merupakan hotel kedelapan yang dikelola ARTOTEL Group dan hotel kedua di Jakarta Pusat.

Menurut Erastus, pendirian ARTOTEL Wahid Hasyim dengan menggandeng Robina Group selaku pemilik ibarat ganti baju setelah merenovasi hotel lama. Bangunan lama direnovasi. Setiap kamar dibenahi. Ada 122 kamar yang diubah dan disesuaikan dengan konsep ARTOTEL yang mengedepankan seni.

"Kawasan ini pasarnya bagus. Tak heran setiap akhir pekan, kamar selalu penuh. Meski jarak ARTOTEL Thamrin dan ARTOTEL Wahid Hasyim berdekatan namun keduanya saling melengkapi dan pasarnya beda. Kalau ARTOTEL Thamrin cenderung ke tamu perbankan, maka ARTOTEL Wahid Hasyim menyasar tamu yang berbelanja ke Tanah Abang," katanya pada acara peresmian beroperasinya ARTOTEL Wahid Hasyim, Jumat (12/4/2019).

Sementara Robin Makmur, selaku COO Robina Group mengaku senang bisa bekerja sama dengan ARTOTEL Group. "Bayangkan kami cuma butuh waktu 82 hari untuk merenovasi hotel yang lama hingga terwujudlah 122 kamar dengan sentuhan ARTOTEL," kata Robin.

Robin memaparkan, setiap kamar butuh investasi Rp 600 hingga Rp 700 juta untuk renovasi. "Kami beruntung memiliki tim yang solid hingga bisa mewujudkan semua ini dalam waktu 82 hari kerja," katanya.

ARTOTEL Wahid Hasyim terdiri dari 2 tipe kamar yakni tipe Studio 20 dan Studio 40. Sesuai dengan ciri ARTOTEL yang mengekedepankan seni, maka setiap kamar memiliki lukisan yang berbeda-beda.

Untuk mewujudkan tema Metamorfosis-nya, ARTOTEL Wahid Hasyim menggandeng 5 seniman lokal yakni Lala Bohang, Rega Ayundya, Ricky Janitra, Restu Taufik Akbar, dan Marishka Soekarna.

Di ARTOTEL Wahid Hasyim, para seniman lokal ditampung untuk menggelar karya-karyanya di ARTSPACE. Selain itu juga terdapat ruang pertemuan yang dinamakan MEETSPACE berkapasitas hingga 50 orang.

Erastus memaparkan ikon ARTOTEL Wahid Hasyim adalah BANG BANG Restaurant & Bar. "Buka 24 jam, tempat ini akan meramaikan dunia entertainment. Bahkan ada live band dan DJ segala," katanya.

Kembali Erastus mengatakan bahwa pasar Wahid Hasyim ini terbilang gemuk untuk hotel. "Kami cuma butuh barang yang bagus dan beda dengan kompetitor. Kita lebih cocok ada di tempat yang ramai seperti ini," tambahnya.

Monday, November 18, 2019

Umbul Leses Boyolali, Sensasi Pemandian Alami di Antara Pohon Raksasa

Umbul Leses Boyolali di antara pohon raksasa yang menjulang tinggi.

Kawasan pemandian alami di Boyolali tidak hanya umbul (mata air alami) Pengging saja. Masih ada banyak umbul-umbul lain yang tersebar di kota berjuluk "Kota Susu" ini.

Berbagai umbul di Boyolali pun memiliki keunikannya masing-masing. Ada yang unik dari sisi arsitektur bangunan, ada pula keunikan umbul dari kacamata budaya dan sejarah. Salah satu mata air alami di Boyolali adalah Umbul Leses.

Lokasi Umbul Leses tidaklah jauh dari Umbul Pengging. Jaraknya sekitar 1,7 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih empat menit saja. Umbul Leses nantinya ada di samping jalan utama Pengging-Banyudono.

Nantinya terdapat gapura yang merupakan pintu masuk Umbul Leses. Namun jalan masuknya terdiri dari tangga sehingga kendaraan tidak bisa masuk. Untuk membawa kendaraan sampai ke samping umbul, jalan masuknya adalah melalui perkampungan penduduk.

Penamaan Leses dikarenakan ada lima pohon leses. Empat di antaranya menjulang tinggi. Keempat pohon leses itu berada di sebelah barat kolam pemandian. Sumber aliran air umbul yang keluar dari dalam tanah berada di antara empat pohon leses.

Keberadaan empat pohon leses membuat pemandian di mata air ini terasa begitu teduh. Selain itu, air yang bersumber dari dalam bumi rasanya sangat segar. Saat hari cerah, air umbul Leses juga begitu bening.

Biasanya banyak orang yang mandi di umbul ini pada Hari Minggu siang atau sore. Umbul ini juga merupakan tujuan favorit para pesepeda. Biasanya mereka yang datang untuk mandi berasal dari perkampungan sekitar umbul.

Pohon leses di umbul ini rata-rata memiliki tinggi sekitar 50 meter dengan lebar mencapai 1-3 meter. Manusia yang berdiri di bawah pohon leses itu akan tampak begitu kecil. Keberadaan pohon leses yang menjulang tinggi pun menjadi keunikan tersendiri yang bisa ditemukan di sini. Pohon leses pun menjadi latar belakang foto favorit kebanyakan pengunjung Umbul Leses.

Biasanya spot foto terbaik ada di sisi utara kolam. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang empat pohon leses yang menjulang tinggi. Dengan komposisi yang pas, hasil foto nantinya bagaikan dikelilingi pasukan pohon raksasa.

Untuk masuk atau mandi di Umbul Leses, pengunjung tidak perlu membayar sepeser uang. Umbul ini terbuka untuk umum. Siapa pun bisa mandi atau berfoto di sini secara gratis.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah hendaknya tetap menjaga kebersihan dan tidak melakukan vandalisme seperti corat-coret atau mengukir nama di pohon.

Memasarkan Indonesia Lewat Makanan di Perancis

Parade ikon kuliner Indonesia, yang memamerkan ke 34 set menu kuliner unggulan dari berbagai propinsi di Indonesia, dalam Indonesia Culinary Confrence & Creative Expo, Rabu (4/9/2017).

VITO (Visit Indonesia Turism Officer) France punya strategi unik untuk memperkenalkan Indonesia di Perancis. Makanan menjadi jalur pembuka mengenalkan Indonesia pada orang Perancis yang belum kenal akan Indonesia.

"Orang Perancis tahu dengan kuliner, mereka tahu banget dengan gastronomi. Jadi kalau kita mempromosikan Indonesia lewat kuliner dan gastronomi itu masuk sekali," jelas Kepala VITO France, Eka Moncarre dihubungi KompasTravel, Senin (8/7/2019).

Eka bercerita saat beberapa kali mengadakan demo masak atau festival kuliner Indonesia di Perancis, banyak orang Perancis yang takjub saat mencoba kuliner Indonesia.

"Ya mereka suka makanan Indonesia, karena kuliner Indonesia masih terbilang baru untuk orang Perancis," jelas Eka.

Makanan Indonesia juga disebutkan Eka cocok untuk lidah orang Perancis. Kandungan bumbu dan rempah yang loyal membuat orang Perancis menggangap makanan Indonesia unik.

Namun jika bicara preferensi wisata, mayoritas orang Perancis lebih menyukai wisata alam dan budaya.

"Seratus persen mereka mempriotitaskan alam dan budaya, kuliner itu suplemen. Tetapi kita memperkenalkan gastronomi untuk strategi memperkenalkan Indonesia. VITO Perancis jadikan ini sebagai starategi marketing," kata Eka.

Salah satu acara promosi Indonesia di Paris adalah LINDONESIE A LHONNEUR. VITO France dengan salah satu Supemarket ASIA terbesar di Perancis, Paris Store untuk mengadakan demo memasak, in store product tasting, survey, dan pertunjukan tarian tradisional Indonesia yang akan diselenggarakan di Paris Store, Sabtu (13/7/2019).

Malindo Air Perkenalkan Penerbangan Tarif Super Saver

Pesawat Malindo Air

Maskapai penerbangan asal Malaysia, Malindo Air mengumumkan Super Saver sebagagai a new fare group atau tarif grup baru. Penerbangan kelompok tarif murah ini diklaim cocok untuk para backpacker.

CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy mengatakan, layanan terbaru ini memberikan alternatif dan kemudahan perjalanan yang memungkinkan penumpang untuk mempersiapkan tarif sesuai kebutuhan bagasi dan makanan di pesawat.

Ia mengatakan, Super Saver tersedia di Kelas Ekonomi dan dioperasikan menggunakan pesawat tipe Boeing dan ATR.

Dalam mengakomodir selama proses pemesanan (booking), untuk keberangkatan dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) terdapat pilihan Super Saver, Value, Flexi dan Business. Sementara penerbangan yang dilayani ATR, menawarkan menu selection pilihan Super Saver, Value dan Shuttle/ Flexi.

Malindo Air sangat senang menghadirkan layanan Super Saver. Hal ini bedasarkan permintaan dari penumpang dan mitra kami. Dengan demikian Super Saver akan menjadi opsi yang disesuaikan kebutuhan penerbangan, misalnya bagi backpacker atau suits light traveler yang akqn melakukan perjalanan dengan tidak menggunakan kebutuhan bagasi ataupun makan selama perjalanan, papar Chandran.

Ia menambahkan, peluncuran layanan Super Saver ini bertepatan dengan rangkaian dan perayaan semarak HUT ke-6 Malindo Air yang jatuh pada bulan ini.

Pada momen spesial, Malindo Air juga memperkenalkan kampanye ulang tahun - tarif sekali jalan all-in mulai dari RM59. Ke depan, kami terus berupaya tetap fokus pada pelanggan dan menjadikannya pengalaman terbang lebih baik setiap kali terbang bersama Malindo Air, tambah Chandran.

Ada beragam promo menarik ke semua tujuan di seluruh jaringan Malindo Air jika memesan melalui website Malindo Air www.malindoair.com, kantor penjualan tiket, customer care centre, atau agen perjalanan pilihan.

Saturday, November 16, 2019

Lento hingga Mie Ketoprak, Makanan Khas Jawa Tengah yang Digemari Jokowi

Presiden RI Joko Widodo memboyong keluarga termasuk istri, anak, para menantu, dan cucu-cucunya untuk membuka Pesta Kesenian Bali XLI tahun 2019, Sabtu (17/6/2019). Jan Ethes Srinarendra mencuri perhatian di Bali.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi tengah merayakan ulang tahunnya yang ke -58. Di hari spesial Jokowi, menarik rasanya jika kita membahas mengenai makanan kegemaran pria yang berasal dari Solo, Jawa Tengah ini.

Juru masak kepresidenan RI, Tri Supriharjo pernah mengungkap berbagai makanan dan minuman yang digemari Jokowi melalui video yang diunggah di channel pribadi Jokowi pada tanggal 21 Mei 2017.

Di video yang diberi judul Cerita dari Dapur Presiden tersebut, Tri menyebutkan lento dan Mie Ketoprak sebagai makanan-makanan yang disukai Jokowi.

Lento itu dari ketela, kita parut, kasih kelapa lalu digoreng, sebut Tri dalam video tersebut.

Lento merupakan salah satu jenis camilan khas Jawa Tengah yang paling sering ditemui di daerah Solo, Klaten, Sukoharjo, dan sekitarnya. Jajanan pasar ini tentu sangat jarang ditemui di Jakarta.

Kemudian mie ketoprak, itu seperti, kalau di sini seperti soto mie. Tapi lain, taste-nya (rasanya) lain, lanjut Tri.

Mie ketoprak atau juga kerap disebut mie kopyok juga merupakan salah satu makanan khas Jawa Tengah yang biasa dijajakan di warung-warung pinggir jalan di daerah Solo dan sekitarnya. Mie ketoprak disajikan dengan kuah bening dan biasa disantap bersama sambal soto dan karak beras.

Selain mie ketoprak, Jokowi ternyata juga menjukai berbagai jenis makanan rumahan seperti sop ayam, sayur bening bayam, tumis pepaya muda, dan oseng-oseng tempe.

Terus soto kuning. Sekarang kan di Bogor, soto kuning. Hampir setiap hari soto kuning. Terus tempe tahu bacem. Teri, teri digoreng aja itu, teri yang medan itu. Nasi itu gak di meja Bapak itu, nasi itu di konter sendiri, jalan kaki ambil. Yang penting nasi itu panas, papar pria asal palur ini.

Kemudian selain lento, Jokowi juga menyukai berbagai makanan jajan pasar sebagai camilan sehari-harinya seperti singkong goreng, jagung rebus, bakwan jagung, dan bakwan sayur.

Kalau jusnya di sini ganti-ganti tiap hari. Kalau pagi melon, sore nanti apel atau yang lainnya. Malah saat ini bapak itu sering jus kedondong. Yang paling baku bapak itu kalau pagi itu jamu, teh pait. Jamunya bapak terdiri dari temulawak, jahe, lantas kunyit, papar Tri.

Gunung Agung Kembali Erupsi, Bali Tetap Aman Dikunjungi

GUNUNG AGUNG ERUPSIAbu vulkanis dan batu pijar terlontar dari kawah Gunung Agung saat erupsi yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Karangasem, Bali, Minggu (21/4/2019). Gunung Agung yang berstatus siaga itu kembali erupsi pada pukul 18.56 WITA dengan melontarkan abu vulkanis mencapai ketinggian 3.000 meter dari kawah yang disertai lontaran batu pijar ke lereng gunung tersebut.

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali erupsi. Kali ini erupsi terjadi pada Jumat (24/5/2019) pukul 19.23 WITA.

Lewat siaran pers yang diterima KompasTravel, status Gunung Agung tetap Siaga (level III) dengan rekomendasi masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak.

Jarak antara puncak Gunung Agung dengan Bandara Internasiona Ngurah Rai jauh, yaitu sekitar 70 kilometer sehingga bandara aman dan tetap beroperasi normal. Aktivitas masyarakat juga tetap berjalan normal dan Bali tetap aman dikunjungi.

Pos pengamatan Gunung Agung di Rendang milik PVMBG mencataterupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 30 detik.

Erupsi disertai suara gemuruh sedang hingga kuat yang terdenar di pos pengamatan. Erupsi juga disertai lontaran batu atau lava pijar sejauh 2,5 kilometer hingga tiga kilometer ke segala arah. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Sebaran abu vulkanik dan pasir mengarah ke Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melaporkan hujan dan pasir tyryn di sembilan desa, beberapa tertapar hujan abu dan pasir tebal. Sembilan desa tersebut adalah Desa Pempatan,Desa Besakih Desa Menanga,Desa Sebudi,Desa Muncan,Desa Amerta Bhuana,Desa Nongan,Desa Rendang.

BPBD Bangli melaporkan hujan abu turun dengan intesitas tebal. Hujan abu melada 3 kecamatan yaitu Kecamatan Tembuku, Kecamatan Bangli,d an Kecamatan Susut.

Erupsi pada malam ini bukan yang pertama kali, tetapi sudah beberapa kali.Tiga erupsi Gunung Agung terakhir tercatat pada 12, 18, dan 24 Mei 2019 atau hampir setiap enam hari sekali dengan karakter yang hampir sama.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) disebutkan terus memantau dengan intensif perkembangan aktivitas vulkanik.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan mengiikuti semua rekomendasi PVMBG. Belum perlu ada pengungsian karena permukiman masih berada di zona aman.

Jajan di Hari Nyoblos Bisa Dapat "Cashback" 80 Persen

Big Mac, salah satu burger besar pertama di dunia, dengan dua potong daging sapi, saus spesial, selada, keju, acar timun, dan bawang dalam roti berwijen.

Rabu (17/4/2019), waktunya masyarakat Indonesia menentukan pilihan siapa pemimpin Tanah Air Indonesia.

Untuk merayakan momen ini, Cashbac hadirkan promo #JajanSerentak2019 dengan memberikan cashback sebesar 80 persen hingga Rp 40.000.

Sehingga para pengguna aplikasi Cashbac bisa mendapatkan promo ini saat jajan pada 17 April 2019.

Pelanggan bisa menginput voucher dengan code VOTECASHBAC pada saat bertransaksi dan hanya bisa dilakukan 1 kali per user.

Selain itu juga pelanggan bisa mendapatkan ekstra cashback dengan membagikan kode referal pada orang lain.

Nantinya Anda akan mendapat cashback tambahan sebesar Rp 25.000 ketika teman Anda men-download aplikasi dan bertransaksi menggunakan kartu kredit untuk pertama kali.


Dengan demikian Anda pun bisa jajan dari berbagai merchant food and beverage seperti McDonald's, Magal, Sour Sally, Hokkaido Cheese Tart, Wee Nam Kee, Seribu Rasa.

Lalu juga jajan di QQ Kopitiam, Negiya, Old Chang Kee, Fore Coffee, Excelso, Hong Kong Cafe, Penang Bistro, Raa Cha, GoKana, Altitude, Grand Cafe Grand Hyatt, dan lainnya.

Cashbac juga bekerja sama dengan lifestyle brand, seperti Kidzania, Allegro KTV, Masterpiece Karaoke, Anna Wijaya Salon, dan juga lainnya yang dapat dicek di aplikasi Cashbac.

Adapun fitur unggulan dari Cashbac yakni langsung menghubungkan kartu kredit dan kartu debit.

Kemudian juga cashback yang didapatkan juga tidak memiliki masa berlaku. Sehingga cashback akan selalu dapat digunakan dan dibelanjakan sepuasnya selama akun aktif.

Friday, November 15, 2019

Sering Transit di Bandara Changi? Coba Daftar Changi Rewards Travel"

Jewel Changi Airport Singapura.

Bagi warga Indonesia yang sering bepergian lewat Bandara Changi, Singapura, kini dapat memperoleh lebih banyak hak istimewa jika Anda mendaftar Changi Rewards Travel (CRT). Adapun program CRT diluncurkan pertama kali di Indonesia oleh Changi Airport Group (CAG).

Associate General Manager CAG Changi Rewards Travel Jaisey Yip mengatakan, program ini pertama kali diluncurkan di Indoenesia yang merupakan salah satu pasar wisatawan terbesar Singapura hingga saat ini.

CRT ingin memberikan penghargaan untuk wisatawan yang bepergian melalui Bandara Changi dengan rangkaian hak istimewa yang sudah dikurasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan sesuai untuk kebutuhan wisatawan, ujar Jaisey di Hotel The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, cukup dengan mendaftarkan diri sebagai anggota ke ChangiRewardsTravel.com, anggota dapat menikmati akses lounge di bandara di seluruh dunia untuk menikmati fasilitas sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan, tertinggal pesawat saat transit, fasilitas limusin, dan masih banyak lagi.

Ia menambahkan, keanggotaan di CRT ini terbuka untuk wisatawan dengan usia minimal 16 tahun. Jika sudah terdaftar sebagai anggota CRT, Anda otomatis akan terhubung dengan program Changi Rewards yang merupakan sebuah program penghargaan bagi anggota untuk mendapatkan fasilitas berbelanja dan bersantap di Bandara Changi dan Jewel Changi Airport.

Dengan satu pendaftaran di ChangiRewardsTravel.com, wisatawan dapat menikmati hak istimewa dalam berbelanja, bersantap, dan berwisata, lanjut Jaisey.

Jaisey melanjutkan, CRT ini memiliki dua tipe keanggotaan. Tipe keanggotaan pertama disebut Fly to Earn dantipe kedua yaitu Pay to Access. Adapun keanggotaan Fly-to-Earn memiliki tiga tingkatan keanggotaan, yaitu Classic, Premium, dan Elite.

Untuk keanggotaan Fly to Earn, tingkatan keanggotaan yang didapat berdasarkan jumlah penerbangan melalui Bandara Changi yang terdaftar selama masa keanggotaan mereka. Cukup dengan mendaftarkan satu penerbangan yang melewati Bandara Changi, anggota dapat langsung terdaftar di tingkatan Classic. Untuk tipe keanggotaan ini pelanggan tak dipungut biaya, paparnya.

Kemudian keanggotaan Pay to Access merupakan program langganan berbayar yang memberikan akses instan kepada anggota untuk langsung terdaftar ke tingkatan Premium dengan membayar 199 dolar Singapura atau tingkatan Elite dengan membayar seharga 399 dolar Singapura.

Jaisey mengatakan, Changi Airport Group memperkenalkan Changi Rewards Travel untuk menunjukkan apresiasi kami kepada wisatawan dan melayani dengan lebih baik lagi kepada mereka yang sering bepergian melalui Bandara Changi.

"Kami telah mengkurasi secara khusus berbagai hak istimewa untuk anggota, dengan harapan dapat memberikan ketenangan dengan jaminan perjalanan dan mengubah waktu tunggu mereka dengan kegiatan yang produktif dan santai untuk memberikan pengalaman wisata yang bebas stres dan dapat dinikmati, kata Jaisey.

Menpar: Setelah Soetta, Bandara Internasional Banyuwangi Akan Buka LCCT

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menjadi narasumber salam acara zona inspirasi di Kompas TV, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, setelah Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Bandar Udara Internasional Banyuwangi juga akan membuka low-cost carrier terminal ( LCCT) atau terminal penerbangan untuk maskapai penerbangan berbiaya rendah.

Jadi yang sudah menyatakan akan (membuka LCCT) itu adalah Banyuwangi, oleh Angkasa Pura II juga, ujar Menpar ketika melakukan kunjungan ke Menara Kompas, Senin (29/4/2019).

Adapun pada Rabu (1/5/2019) Indonesia akan memiliki LCCT pertama yang bertempat di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan akan mulai melayani penerbangan internasional.

Dalam berbagai kesempatan Menpar menyebut LCCT menjadi salah satu penentu utama keberhasilan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ( wisman) pada tahun 2019.

"Tanpa LCCT, jangan harap target 20 juta wisatawan akan tercapai. (LCCT) Sangat menentukan," ujar Arief di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (20/7/2019) malam.

Untuk LCCT Bandara Soetta, Menpar bahkan menargetkan penambahan kunjungan wisatawan sebesar 10 persen dari target kunjungan wisman atau sekitar 2 juta wisman.

Menurut Menpar, sebagian besar wisman yang datang ke Indonesia adalah melalui jalur udara. Pembukaan terminal maskapai berbiaya rendah ini diharapkan mampu menarik minat wisman datang ke Indoenesia.

Nah airlines itu ada dua besar, satu full service carrier, seperti Garuda, SQ (Singapore Airline), lalu ada low cost carrier (LCC) seperti Air Asia, Lion. Yang full service carrier hanya tumbuh 5 persen, yang LCC tumbuhnya lebih dari 20 persen, lanjut Menpar.

Menurutnya, sejauh ini wisman yang datang ke Indonesia menggunakan layanan full service carrier karena Indonesia belum memiliki LCCT. Dengan semakin banyaknya LCCT yang dibangun di Indonesia, Menpar optimis target kunjungan wisman akan tercapai.