Showing posts with label holiday. Show all posts
Showing posts with label holiday. Show all posts

Monday, November 25, 2019

Mengapa Ubud yang Dipilih Jadi Calon Destinasi Gastronomi Dunia?

Wisatawan saat mengunjungi pasar tradisional di Pasar Ubud, Gianyar, Bali beberapa waktu lalu.

Saat ini Ubud di Gianyar, Bali sedang dinilai oleh United Nations World Tourism Organization ( UNWTO) untuk penetapan sebagai Destinasi Gastronomi Dunia. Proses pengajuan Ubud menjadi Destinasi Gastronomi Dunia sudah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata selama tiga tahun.

Ada beberapa faktor yang membuat Ubud dipilih dari sekian banyak daerah di Indonesia yang kaya akan produk makanan dan minuman yang khas.

"Destinasi kuliner ditetapkan zaman Ibu Mari (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2011-2014). Begitu pula dengan 30 makanan nasional, saya hanya melanjutkan dan harus disertifikasi oleh UNWTO," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya di acara jumpa pers Destinasi Gastronomo Dunia dari UNWTO, Gedung Sapta Pesona, Selasa (11/6/2019).

Pada masa kepemimpinan Marie Elka Pangestu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia menetapkan tiga destinasi kuliner yakni Bali, Bandung, dan Joglosemar (Yogya, Solo, dan Semarang).

Bali diwakili oleh Ubud, Gianyar menjadi destinasi pertama yang diajukan oleh Kementerian Pariwisata pada masa kepemimpinan Arief Yahya untuk disertifikasi oleh UNWTO. Arief menyebutkan untuk punya destinasi kuliner global maka memerluka sertifikasi bertaraf global pula.

Ubud sendiri dipilih Kemenpar lantaran disebutkan memenuhi berbagai kriteria khusus yakni kuliner yang sudah menjadi gaya hidup, penggunaan produk lokal di kawasan tersebut, makanan yang terkait dengan budaya dan sejarah, adanya kisah di balik makanan, serta nutrisi dan kesehatan.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau menyebutkan Ubud juga didukung oleh makanan khas Puri Ubud (istana) yang memberi nilai lebih, serta pemerintah daerah yang cukup baik dalam menyiapkan serta melaksanakan berbagai program yang mendukung pariwisata lokal.

"Indonesia punya banyak sekali pilihan untuk gastronomi, tetapi itu kembali lagi bagaimana dikembangkan. Kita bisa punya potensi tetapi jika tidak dikembangkan tidak dapat dipromosikan juga," jelas Project Speisalis dari UNWTO, Aditya Amaranggana.

Peran pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lain berperan penting untuk pengembangan sebuah destinasi gastronomi. Dengan adanya destinasi gastronomi, Aditya menyebutkan diharapkan penyebaran sektor ekonomi tidak hanya berpusat ke satu tempat, tetapi juga ke daerah lain.

"Misalnya kalau di Bali tidak hanya berfokus ke Kuta saja, jadi ini juga bisa untuk pemerataan dari sektor pariwisata," jelas Aditya.

Aditya tidak menutup kemungkinan jika Ubud berhasil melalui penilaian UNWTO dan menjadi Destinasi Gastronomi Dunia pertama pada 2020, maka daerah lain di Indonesia dapat menyusul.

Kemenpar sendiri menyiapkan Bandung dan Joglosemar untuk menyusul Ubud sebagai Destinasi Gastronomi Dunia berikutnya.

5 Tips Menikmati Panorama Pagi di Air Terjun Kedung Kayang Magelang

Air Terjun Kedung Kayang, Magelang Dilihat dari Spot Panorama.

Pada bulan Ramadhan, waktu pagi memang akrab dengan mereka yang sedang berpuasa. Banyak orang yang melakukan berbagai aktivitas sejak dini hari, mulai sahur, shalat subuh, beribadah, hingga berwisata pagi.

Air Terjun Kedung Kayang yang ada di Magelang, Jawa Tengah bisa menjadi satu tempat alternatif untuk menikmati pagi. Obyek wisata ini memang menawarkan panorama pagi yang indah berupa air terjun dari ketinggian dan juga gagahnya Gunung Merapi.

Jika ingin menikmati panorama pagi di Air Terjun kedung Kayang, berikut 4 tips-nya:

Ada dua alternatif cara untuk berwisata di Air Terjun Kedung Kayang. Cara pertama adalah menuju titik air terjun dan kedua adalah menikmati keindahan pemandangan dari spot panorama kawasan atas.

Cara kedua paling pas dilakukan selama bulan Ramadan. Satu alasannya adalah tidak dibutuhkannya aktivitas fisik yang berat untuk menuju spot panorama. Sementara menuju titik air terjun, diperlukan aktivitas fisik cukup berat.

Daripada langsung tidur setelah pagi tiba, alangkah lebih baik jika mengisinya dengan aktivitas traveling. Hal ini paling pas bagi mereka yang hendak menikmati keindahan pemandangan di Air Terjun Kedung Kayang.

Selain momen matahari terbit baru akan terjadi pada waktu tersebut, spot panorama juga baru dibuka pukul 05.30 WIB. Sebelum buka, spot panorama akan ditutupi oleh terpal sehingga tidak bisa digunakan untuk berfoto. Tarif berfoto di spot adalah Rp 5.000.

Spot panorama di kawasan atas Air Terjun Kedung Kayang dibangun di atas pohon. Tak hanya itu, letaknya juga ada di tepi jurang. Oleh karena itu, hendaknya mereka yang akan berfoto di sana harus berhati-hati.

Jika tidak berhati-hati, risiko paling memungkinkan adalah terjatuh ke jurang. Lebih baik jika tidak berpose berlebihan dan juga tidak terlalu ke pinggir saat berfoto untuk meminimalisasi risiko jatuh.

Pemandangan Gunung Merapi dan Air Terjun Kedung Kayang seolah menjadi satu di spot panorama ini. Namun, seringkali lensa kamera hanya bisa mengabadikan salah satu saja karena kurang lebar.

Oleh karena itu, lebih baik jika menggunakan lensa wide. Lensa lebar memungkinkan Gunung Merapi dan Air Terjun dapat dijepret dalam satu bingkai foto sehingga tampak lebih mengagumkan.

Tentu memotret keindahan pemandangan di Air Terju Kedung Kayang Magelang juga membutuhkan cuaca yang cerah. Hal itu agar Gunung Merapi tampak begitu jelas dan tidak terhalang oleh kabut.

Beruntung, momen Ramadhan 2019 jatuh pada peralihan musim hujan menuju kemarau sehingga kemungkinan cuaca cerah saat pagi hari. Namun saat peralihan musim, terkadang hujan juga masih cukup sering turun.

Ketika Jajanan Bakso Naik Kelas dan Masuk Rekor Muri

Semangkuk bakso

- Siapa yang tidak pernah merasakan nikmatnya semangkuk bakso? Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, makanan ini dengan mudah dapat ditemukan karena banyak yang menjualnya.

Jajanan berbentuk bulat berbahan dasar daging biasanya disajikan dengan tambahan mi dan soun ini, dikenal semua kalangan dan semua usia. Bakso biasanya dijajakan dengan gerobak, pikulan, maupun kios-kios.

Kini, bakso tidak sekadar dikenal sebagai jajanan pinggir jalan. Bakso juga sudah masuk ke dalam mal-mal mewah dengan ditambahkan cita rasa yang bervariasi.

Tak hanya berbentuk bulat, bakso ada pula yang dibuat dengan berbentuk gepeng, kotak, dan hati.

Untuk lebih memperkenalkan bakso sebagai penganan Indonesia, Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) membuat acara bertajuk Gebyar Bakso Merah Putih, pada Minggu (3/3/2019) di Area Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

:

Gebyar Bakso Merah Putih, mendapatkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori makan bakso terbanyak, yakni 30.000 mangkuk.

Hadir pada Gebyar Bakso Merah Putih, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana. Presiden dan Ibu Negara makan bakso bersama masyarakat Jakarta, Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya.

"Dari pagi tadi saya belum makan, karena pengin makan bakso bersama Bapak, Ibu, dan saudara-saudara semuanya, ujar Presiden, seperti dimuat laman presidenri.go.id, Senin (3/5/2019).

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (5/3/2019), makan bakso gratis 30.000 mangkuk itu sendiri dibuat sebagai wujud rasa syukur dan bahagia para pedagang bakso atas stabilnya harga daging selama pemerintahan Jokowi.

Harga daging lokal di tingkat pedagang, tercatat tetap bertahan pada kisaran harga Rp 120.000 per kilogram (kg), sejak awal 2017 hingga sekarang.

Saat berdiskusi dengan pedagang bakso anggota Papmiso, Presiden Jokowi menyampaikan pemerintah tengah dan akan terus mensejahterakan masyarakat, yang tentunya termasuk pedagang bakso.

Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah dijalankan saat ini, akan diperkuat dengan penerbitan sejumlah kartu tambahan, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako, dan Kartu Pra-Kerja.

:

"Kartu pra-kerja untuk meningkatkan keterampilan. Kartu Sembako karena kami ingin membantu masyarakat gampang mendapatkan barang murah hingga pemerintah memberikan subsidi," kata Jokowi seperti dimuat Kompas.com, Selasa (4/3/2019).

Rencana penerbitan tiga kartu tersebut, disampaikan Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Konvensi Rakyat pada 24 Februari 2019.

#IndonesiaOptimis

Simak Aneka Promo Menarik di Deep and Extreme 2019

Pengunjung berinteraksi dengan penyelam dari POSSI di Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 yang digelar di JCC Senayan, Kamis (4/4/2019).

- Pameran diving dan adventure travel terbesar di Indonesia Deep and Extreme Indonesia (DXI) telah di buka hari ini, Kamis (4/4/2019). Pameran ini digelar di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.

Sebanyak 200 stan berpartisipasi dalam DXI 2019. Ada banyak promo menarik yang dapat Anda temui di pameran yang akan berlangsung hingga Minggu (7/4/2019) ini.

Berikut Kompas.com merangkum beberapa penawaran menarik di DXI 2019.

Ada banyak toko alat selam atau diving yang membuka stan di DXI 2019. Stan-stan menawarkan berbagai merk peralatan selam mulai dari Scubapro, Subgear, Aqualung, hingga Tusa.

Di stan-stan tersebut rata-rata menawarkan discount 25 hingga 30 persen untuk fin, masker, hingga wetsuit selam.

Berbagai macam peralatan selam ini dapat Anda temui di blok C, E, hingga F Exhibition Hall B JCC Senayan.

Beberapa dive center membuka stan di pameran ini. Rata-rata membuka kelas selam murah untuk sertifikasi open water diving (OWD) dengan diskon sekitar 25 persen.

Bagi Anda yang baru akan memulai berlatih selam, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada para dive master yang berjaga di stan-stan tersebut

Di DXI 2019 Anda akan menemukan dry bag dengan harga mulai dari Rp 75.000. Beberapa stan menyediakan dry bag dari berbagai merk dan ukuran.

Stan Consina misalnya, menyediakan dry bag dari ukuran 5 liter hingga 30 liter dengan potongan harga mencapai 30 persen.

Sunday, November 24, 2019

Bukit Cinta, Destinasi Gratis Menikmati Pemandangan Alam Labuan Bajo

Pemandangan alam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT jika dilihat dari puncak Bukit Cinta, Jumat (15/2/2019).

Kawasan Wisata Labuan Bajo biasanya diidentikkan dengan Taman Nasional Komodo. Namun, tak hanya komodo, Labuan Bajo juga menawarkan keindahan alamnya.

Untuk menikmati keindahan alam Labuan Bajo, ternyata Anda tak melulu harus mengeluarkan tarif yang mahal.

Di sekitar Labuan Bajo Anda dapat menikmati pemandangan alam yang indah tanpa harus membayar tiket masuk. Salah satunya Bukit Cinta atau kerap juga disebut Bukit Silvia.

Kemarin, Jumat (15/2/2019), KompasTravel bersama para pemenang Liburan Gratis Cordela Hotels & Alfa Resort berkesempatan mengunjungi Bukit Cinta. Kebetulan lokasinya tak terlalu jauh dari tempat kami menginap.

Mobil hingga minibus dapat masuk area parkir di kaki Bukit Cinta. Kemudian kami harus melewati jalan berbatu dan menanjak untuk mencapai puncak bukit.

Sebelum mencapai puncak bukit, ada banyak spot yang dapat Anda gunakan untuk berfoto dengan latar pemandangan alam yang luar biasa indah.

Saat itu kami membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk dapat sampai ke puncak. Cukup menguras tenaga memang. Namun, lelah kami terbayar dengan pemandangan Labuan Bajo yang sangat menakjubkan.

Di sisi timur kami melihat pemandangan laut dengam gugusan bukit hijau yang sangat cantik.

Kemudian di sisi barat kami melihat pemandangan serupa, lengkap dengan pemandangan kapal-kapal yang tengah beraktivitas di pelabuhan. Lokasi ini juga sangat cocok bagi Anda para pemburu golden sunset.

Warna oranye matahari terbenam berbaur dengan bukit hijau yang menjulang tinggi serta hamparan lautan nan biru. Sangat indah.

Jadi, jika Anda berkunjung ke Labuan Bajo, sempatkan waktu menyambangi Bukit Cinta untuk menyaksikan pemandangan alam yang apik, secara gratis.

Thursday, November 21, 2019

Kemenpar Gelar Pelatihan Khusus Pemandu Selam di Manado

Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Politeknik Negeri Manado menggelar pelatihan khusus untuk pemandu wisata selam. Program bertajuk Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bagi Pemandu Wisata Selam ini berlangsung 10-13 Juli 2019.

- Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Politeknik Negeri Manado menggelar pelatihan khusus untuk pemandu wisata selam. Program bertajuk Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bagi Pemandu Wisata Selam ini berlangsung 10-13 Juli 2019.

Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ratna Suranti mengatakan pelatihan yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Manado ini mutlak dilakukan. Materi yang diberikan berupa Pelatihan Selam Rescue Diver Standar PADI.

"Ini program Kemenpar untuk meningkatkan sumber daya manusia lokal, secara khusus pelaku usaha wisata. Maka mutlak, karena dengan pelatihan inilah pemandu wisata dapat memiliki kompetensi dan skil yang handal dalam rescue diver dan P3K. Pelatihan ini," kata Ratna, Selasa (16/9/2019).

Ratna menuturkan, pelatihan bagi para pemandu selam ini juga bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam kepariwisataan, selain juga untuk meningkatkan kemampuan pemandu sehingga bisa melayani wisatawan dengan baik.

"Kami berharap masyarakat lokal pemandu selam bisa mengikuti pelatihan dengan baik sampai selesai. Ilmu yang mereka dapatkan bisa bermanfaat dalam bekerja," tambah Ratna.

Program pelatihan ini diikuti oleh sekitar 25 orang. Mereka terdiri dari utusan dive resort, mahasiswa, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat (ISKU), serta organisasi selam lainnya.

Hadir pada pelaksanaan program tersebut Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerja sama Politeknik Negeri Manado, Mary Soesilo.

Di tempat yang sama, Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata/Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo, mengatakan bahwa sumber daya manusia lokal harus terus ditingkatkan. Pemandu lokal dinilai sebagai ujung tombak pelayanan bagi wisatawan.

Selain itu, dengan SDM yang handal, masyarakat dapat mengelola sumber alam Manado yang luar biasa agar tetap berkelanjutan.

"Imbasnya tentu memberikan manfaat ekonomi untuk peningkatan taraf hidup. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini mereka dapat mengaplikasikan ilmunya untuk membuat nyaman wisatawan," ujarnya.

Pelatihan tersebut, lanjut Indroyono, juga didasari wisatawan mancanegara yang datang ke Manado.

"Wisman terbesar yang datang ke Manado berasal dari China dan dan sebagian besar senang snorkeling dan menyelam di Taman Nasional Bunaken," paparnya.

Menurut dia, Manado adalah destinasi selam unggulan dunia. Pada peringatan HUT RI ke 64 di Manado, tepatnya 17 Agustus 2009, sebuah rekor versi Guinness World Record terpecahkan di sana, yaitu penyelam terbanyak di Dunia, yakni sebanyak 2486 penyelam.

Rencananya, pemecahan World Record menyelam akan dilakukan lagi, tepatnya pada 3 Agustus 2019. Dengan target jumlah penyelam mencapai 3000 orang," papar Indroyono.

Terkait itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga ikut angkat suara. Menurut Menpar, Sulawesi Utara sebagai The Rising Destination Of The Year 2019 memang harus diperkuat dengan berbagai program yang optimal dan dapat dipastikan pariwisata Sulawesi Utara akan semakin bersinar dengan dukungan SDM yang mumpuni.

"Apalagi wisata bahari yang merupakan kekuatan pariwisata Sulawesi Utara itu jadi target utama untuk terus ditingkatkan. Pelatihan ini akan menjadi tambahan suplemen bagi pemandu wisata selam di Sulawesi Utara, khususnya di Manado," ujar mantan Dirut Telkom itu.

Panduan Berkeliling Kota Bandar Seri Begawan, Brunei

Ibukota Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan.

Bandar Seri Begawan sebagai ibu kota Negara Brunei bisa menjadi salah satu tujuan wisata alternatif untuk liburan ke luar negeri. Jarak yang relatif tidak terlalu jauh dari Indonesia membuat kota ini cukup terjangkau untuk dikunjungi.

Bandar Seri Begawan memiliki banyak masjid paling indah di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, terdapat banyak desa desa dengan rumah panggung yang unik di Ibukota Brunei ini.

Jika dalam waktu dekat ada rencana berkunjung ke Kota Bandar Seri begawan, berikut panduannya.

Berjalan kaki bisa dilakukan untuk mengunjungi obyek-obyek wisata di Kota Bandar Seri Begawan. Waterfront, Masjid Omar Ali Saifuddien, dan Museum Royal Regalia bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit dengan berjalan kaki.

Berjalan kaki di Bandar Seri Begawan pun cukup nyaman. Trotoar yang luas dan lingkungan yang cukup bersih menjadikan suasana berjalan kian menyenangkan.

Namun, cuaca di Bandar Seri Begawan juga tidak jauh berbeda dari Indonesia, yakni panas dan lembab. Oleh karena itu, berjalan paling pas dilakukan sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore.

Berkeliling Kota Bandar Seri Begawan paling murah dan nyaman dilakukan dengan baik bus. Cara naik bus di kota ini juga sama dengan di Indonesia, yakni mencegatnya dengan melambaikan tangan dari sisi jalan.

Tarif bus juga cukup terjangkau, yakni hanya sekitar Rp 8.000 saja. Biasanya jurusan bus tertera di jendela sopir. Namun jika bingung, bertanya kepada masyarakat setempat bisa dilakukan.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah, bus di Bandar Seri Begawan tidak beroperasi selama 24 jam. Biasanya bus tidak lagi beroperasi usai pukul 18.00 atau 20.00 waktu setempat. Lebih baik mempunyai telepon taksi untuk berjaga-jaga andai kehabisan bus.

Taksi air di Bandar Seri Begawan berbentuk seperti perahu. Angkutan air ini bisanya mengangkut ratusan penumpang setiap harinya. Taksi air ini bisa mengangkut penumpang menuju atau dari Kampong Ayer.

Di Jombang Ada Warung Kikil "Kesukaan Gus Dur", Seporsi Rp 15.000

 Nasi Kikil Kesukaan Gus Dur di Jalan KH Hasyim Asyari, Diwek, Jombang, Jawa Timur.

- Sebuah warung dengan banner bertuliskan "Nasi Kikil Kesukaan Gus Dur" menarik perhatian Tim Merapah Trans Jawa 4 Kompas.com saat melintasi Jalan KH Hasyim Asyari, Diwek, Jombang, Jawa Timur.

Di sisi depan warung ada sebuah banner bertuliskan "Nasi Kikil Warung Abang". Sesuai namanya, warung ini dicat berwarna merah mencolok sehingga menarik perhatian.

Memasuki warung, foto tokoh-tokoh yang pernah mampir ke warung ini terpampang di dinding. Mulai dari Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Putri Gus Dur Yeni Wahid, pengacara Hotman Paris, musisi Ahmad Dhani, dan sejumlah tokoh lainnya.

Siti Munazilah, pemilik warung mengatakan, Warung Abang ini pertama kali didirikan oleh mendiang neneknya. Namun sejak tahun 1990-an warung ini dikelola oleh ibu kandungnya.


Pemilik Warung Abang Siti Munazilah mengatakan, tempat makan yang kini dia kelola berdiri sejak puluhan tahun silam.

Saat itu warung nasi kikil ini dirintis oleh mendiang neneknya. Sejak tahun 1995, warung dikelola oleh ibunya, Siti Qoirumlah. Munazilah dan 3 saudara kandungnya menjadi generasi ke tiga yang meneruskan bisnis kuliner ini.

"Dulu itu kan Gus Dur sering makan di sini. Biasanya ya pesen itu, lodeh kikil sama lidah sapi," ujar Siti.


Harga nasi kikil di warung ini tergolong murah. Kamu hanya perlu membayar Rp 15.000 untuk seporsi nasi kikil ditambah berbagai macam lauk, mulai dari lidah sapi, daging sapi, hingga paru.

Nasi kikil di tempat ini disajikan di atas daun pisang sehingga membuat rasanya lebih sedap.

Tuesday, November 19, 2019

Setelah Thamrin, Artotel Kini Beroperasi di Wahid Hasyim

Kamar di ARTOTEL Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2019).

Jalan KH Wahid Hasyim merupakan pusatnya hotel bintang 3 di Jakarta Pusat. Kawasan ini merupakan pasar yang gemuk untuk bisnis perhotelan.

Tak heran jika ARTOTEL Group mendirikan hotel baru di Jalan KH Wahid Hasyim. Namanya ARTOTEL Wahid Hasyim-Jakarta. Sebelumnya ARTOTEL memiliki ARTOTEL Thamrin-Jakarta, tak jauh dari Jalan Wahid Hasyim.

CEO ARTOTEL Group, Erastus Radjimin mengatakan keberadaan ARTOTEL Wahid Hasyim merupakan hotel kedelapan yang dikelola ARTOTEL Group dan hotel kedua di Jakarta Pusat.

Menurut Erastus, pendirian ARTOTEL Wahid Hasyim dengan menggandeng Robina Group selaku pemilik ibarat ganti baju setelah merenovasi hotel lama. Bangunan lama direnovasi. Setiap kamar dibenahi. Ada 122 kamar yang diubah dan disesuaikan dengan konsep ARTOTEL yang mengedepankan seni.

"Kawasan ini pasarnya bagus. Tak heran setiap akhir pekan, kamar selalu penuh. Meski jarak ARTOTEL Thamrin dan ARTOTEL Wahid Hasyim berdekatan namun keduanya saling melengkapi dan pasarnya beda. Kalau ARTOTEL Thamrin cenderung ke tamu perbankan, maka ARTOTEL Wahid Hasyim menyasar tamu yang berbelanja ke Tanah Abang," katanya pada acara peresmian beroperasinya ARTOTEL Wahid Hasyim, Jumat (12/4/2019).

Sementara Robin Makmur, selaku COO Robina Group mengaku senang bisa bekerja sama dengan ARTOTEL Group. "Bayangkan kami cuma butuh waktu 82 hari untuk merenovasi hotel yang lama hingga terwujudlah 122 kamar dengan sentuhan ARTOTEL," kata Robin.

Robin memaparkan, setiap kamar butuh investasi Rp 600 hingga Rp 700 juta untuk renovasi. "Kami beruntung memiliki tim yang solid hingga bisa mewujudkan semua ini dalam waktu 82 hari kerja," katanya.

ARTOTEL Wahid Hasyim terdiri dari 2 tipe kamar yakni tipe Studio 20 dan Studio 40. Sesuai dengan ciri ARTOTEL yang mengekedepankan seni, maka setiap kamar memiliki lukisan yang berbeda-beda.

Untuk mewujudkan tema Metamorfosis-nya, ARTOTEL Wahid Hasyim menggandeng 5 seniman lokal yakni Lala Bohang, Rega Ayundya, Ricky Janitra, Restu Taufik Akbar, dan Marishka Soekarna.

Di ARTOTEL Wahid Hasyim, para seniman lokal ditampung untuk menggelar karya-karyanya di ARTSPACE. Selain itu juga terdapat ruang pertemuan yang dinamakan MEETSPACE berkapasitas hingga 50 orang.

Erastus memaparkan ikon ARTOTEL Wahid Hasyim adalah BANG BANG Restaurant & Bar. "Buka 24 jam, tempat ini akan meramaikan dunia entertainment. Bahkan ada live band dan DJ segala," katanya.

Kembali Erastus mengatakan bahwa pasar Wahid Hasyim ini terbilang gemuk untuk hotel. "Kami cuma butuh barang yang bagus dan beda dengan kompetitor. Kita lebih cocok ada di tempat yang ramai seperti ini," tambahnya.

Monday, November 18, 2019

Umbul Leses Boyolali, Sensasi Pemandian Alami di Antara Pohon Raksasa

Umbul Leses Boyolali di antara pohon raksasa yang menjulang tinggi.

Kawasan pemandian alami di Boyolali tidak hanya umbul (mata air alami) Pengging saja. Masih ada banyak umbul-umbul lain yang tersebar di kota berjuluk "Kota Susu" ini.

Berbagai umbul di Boyolali pun memiliki keunikannya masing-masing. Ada yang unik dari sisi arsitektur bangunan, ada pula keunikan umbul dari kacamata budaya dan sejarah. Salah satu mata air alami di Boyolali adalah Umbul Leses.

Lokasi Umbul Leses tidaklah jauh dari Umbul Pengging. Jaraknya sekitar 1,7 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih empat menit saja. Umbul Leses nantinya ada di samping jalan utama Pengging-Banyudono.

Nantinya terdapat gapura yang merupakan pintu masuk Umbul Leses. Namun jalan masuknya terdiri dari tangga sehingga kendaraan tidak bisa masuk. Untuk membawa kendaraan sampai ke samping umbul, jalan masuknya adalah melalui perkampungan penduduk.

Penamaan Leses dikarenakan ada lima pohon leses. Empat di antaranya menjulang tinggi. Keempat pohon leses itu berada di sebelah barat kolam pemandian. Sumber aliran air umbul yang keluar dari dalam tanah berada di antara empat pohon leses.

Keberadaan empat pohon leses membuat pemandian di mata air ini terasa begitu teduh. Selain itu, air yang bersumber dari dalam bumi rasanya sangat segar. Saat hari cerah, air umbul Leses juga begitu bening.

Biasanya banyak orang yang mandi di umbul ini pada Hari Minggu siang atau sore. Umbul ini juga merupakan tujuan favorit para pesepeda. Biasanya mereka yang datang untuk mandi berasal dari perkampungan sekitar umbul.

Pohon leses di umbul ini rata-rata memiliki tinggi sekitar 50 meter dengan lebar mencapai 1-3 meter. Manusia yang berdiri di bawah pohon leses itu akan tampak begitu kecil. Keberadaan pohon leses yang menjulang tinggi pun menjadi keunikan tersendiri yang bisa ditemukan di sini. Pohon leses pun menjadi latar belakang foto favorit kebanyakan pengunjung Umbul Leses.

Biasanya spot foto terbaik ada di sisi utara kolam. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang empat pohon leses yang menjulang tinggi. Dengan komposisi yang pas, hasil foto nantinya bagaikan dikelilingi pasukan pohon raksasa.

Untuk masuk atau mandi di Umbul Leses, pengunjung tidak perlu membayar sepeser uang. Umbul ini terbuka untuk umum. Siapa pun bisa mandi atau berfoto di sini secara gratis.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah hendaknya tetap menjaga kebersihan dan tidak melakukan vandalisme seperti corat-coret atau mengukir nama di pohon.

Sunday, November 17, 2019

4 Alasan Seru untuk Datang ke Pulau Kalong Yogyakarta

seorang pengunjung menyebrang pulau kalong

Pulau Kalong adalah salah satu lokasi yang ada di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Menariknya, menuju Pulau ini, Anda tidak perlu menggunakan kapal untuk menyeberang tapi justru menggunakan jembatan kayu yang disusun-susun menggunakan tali tambang.

Pulau Kalong merupakan sebuah daratan kecil di tengah-tengah laut selatan Yogyakarta. Nah, beberapa hal ini adalah hal-hal asyik yang bisa anda lakukan kalau sedang berkunjung ke Pulau Kalong.

Jembatan Pulau Kalong merupakan jembatan yang dibangun oleh warga setempat. Jembatan ini membentang sejauh 30 meter.

Saat menyeberang jembatan ini Anda akan merasakan jembatan bergoyang-goyang lantaran jembatan hanya disusun dari susunan papan-papan kayu berjarak yang saling dihubungkan dengan tali tambang.

Sensasi ekstrim makin terasa lantaran suara deburan ombak di bawah jembatan Pulau Kalong berdebur dengan kencang. Namun jika takut menyebrang, Anda bisa berfoto-foto saja di depan jembatan.

Tarif untuk menyeberang jembatan Pulau Kalong adalah Rp 25.000

Pulau Kalong merupakan pulau daratan yang terbentuk dari batuan karang. Bagian tengahnya berupa rerumputan ilalang dan tepiannya berupa ujung-ujung lancip bebatuan.

Mengelilingi pulau ini anda harus ekstra berhati-hati lantaran sisi pinggirnya langsung berhadapan dengan lautan lepas.

Kenakan pakaian yang nyaman, ringan dan sekiranya aman jika ingin mendatangi Pulau ini. Gunakan pula sandal atau sepatu yang tidak licin dan beralas tebal.

Berada di Pulau Kalong Anda bisa juga merasakan camping di Pulau ini. Terdapat area yang memang dikhususkan untuk mendirikan tenda. Namun khusus untuk camping di Pulau ini anda harus membayar Rp 100.000.

Nantinya sudah disediakan beberapa peralatan memasak sehingga jika pengunjung tidak membawa peralatan memasak, bisa menggunakan peralatan dari sana.

Sebelum menuju ke Pulau Kalong, Anda harus melewati dulu Pantai Greweng, baru kemudian memanjat bukit di samping Pantai Greweng. Makanya sayang sekali kalau Anda sampai tidak mampir sekalian ke Pantai Greweng.

Pantai Greweng merupakan pantai berpasir putih. Pantainya tidak terlalu besar namun cukup bersih. Di sini ada pengunjung bisa mendirikan tenda maupun bermain voli air.

Aneka Sarapan Khas dari Indonesia, Pernah Coba?

Nasi Gandul Pati

Sarapan terbilang penting sebagai asupan melaksanan aktivitas di awal hari. Hal yang menarik jika berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, waktu sarapan berarti waktunya makanan khas daerah keluar.

Saat makan di pagi hari, kamu akan dengan mudah menemukan hidangan khas yang disantap oleh orang lokal. Kabar gembiranya lagi, makanan yang dijual untuk sarapan umumnya jauh lebih murah ketimbang siang atau malam hari.

Berikut adalah berbagai sarapan yang disantap oleh orang Indonesia, lezat dan mengenyangkan. Sudah pernah coba?

Sarapan di Aceh terbilang sangat beragam dan berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Sebut saja nasi gurih yakni nasi yang dimasak dengan santan kelapa dan berbagai rempah khas Aceh. Disantap dengan lauk ikan balado, tumis sayur, gulai daging, dan sambal.

Selain itu juga ada bubur kanji rumbi, lontong sayur, dan aneka kue khas Aceh. Apapun sarapannya, orang Aceh biasa selalu memulai hari dengan kopi kualitas rasa cafe tetapi harga warung.

Agaknya susah membedakan makanan sarapan dan makan siang orang Medan. Sebab orang Medan terbiasa menyantap sarapan porsi besar. Contohnya nasi gurih, lontong sayur, bakmi, mie balap (tumis) dengan ciri isian banyak dan bungkus lapis daun pisang, bihun bebek, dan soto.

Kuncinya carilah penjual yang ramai pembeli di pagi hari, orang Medan biasanya memiliki langganan penjual makanan khususnya di pagi hari.

Seberapa cinta kamu terhadap pempek? Sebab kalau bicara pempek, orang Palembang menyantap hidangan satu ini mulai dari pagi sampai malam hari. Pada dasarnya orang Palembang doyan menyantap olahan ikan, tak terkecuali untuk sarapan.

Ada laksan yakni pempek dipotong tipis disantap kuah lontong, celimpungan yakni bakso ikan kenyal disantap kuah kuning, tekwan yakni bakso ikan kenyal dengan kaldu bening, dan mie celor.

Wednesday, November 13, 2019

Melihat Pesona Bawah Laut Pantai Pasir Putih Situbondo dari Kotak Kaca

Melihat keindahan bawah laut di Pantai Pasir Putih Situbondo lewat kotak kaca.

Keindahan bawah laut di Indonesia biasanya banyak ditemukan di bagian timur. Beberapa di antaranya bahkan sudah sangat terkenal, seperti Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara atau Raja Ampat di Papua.

Namun, butuh biaya tidak sedikit untuk bisa menyaksikan keindahan bawah laut di kedua obyek wisata tersebut. Terlebih jika domisili atau tempat tinggal jauh dari sana, dibutuhkan waktu tempuh yang lebih lama untuk bisa berlibur di sana.

Bagi traveller yang domisilinya cukup jauh dari Bunaken atau Raja Ampat, tidak perlu khawatir. Masih ada banyak tempat-tempat untuk menyaksikan keindahan panorama bawah laut, salah satunya adalah Pantai Pasir Putih Situbondo.

Obyek wisata ini bisa dijangkau dengan transportasi darat. Lokasi Pantai Pasir Putih Situbondo berada di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jarak dari Kota Situbondo hanyalah sekitar 21 kilometer.

Pantai yang bisa ditempuh dari Kota Situbondo dalam waktu hanya setengah jam ini memang istimewa. Salah satu keistimewaan paling kentara dari Pantai Pasir Putih Situbondo adalah suasananya yang seolah kombinasi Bali dan Nusa Tenggara.

Lanskap sekitar pantai berupa pegunungan biasanya memang familiar dengan pantai-pantai yang ada di kawasan Nusa Tenggara, baik Nusa Tenggara Barat (NTB) atau Nusa Tenggara Timur (NTT).

Suasana Nusa Tenggara itu khususnya bisa dirasakan saat musim kemarau, antara Juni sampai sekitar awal Oktober. Pegunungan yang mengering dengan langit biru cerah dan laut biru nan jernih semakin membuat nuansa Nusa Tenggara semakin kental.

Nuansa Pulau Bali juga sangat terasa di Pantai Pasir Putih Situbondo ini. Itu karena banyak aktivitas wisata yang lazim dilakukan di pantai-pantai Pulau Dewata. Aktivitas wisata ini mencapai puncaknya pada hari libur.

Selain bermain air di pantai, wisatawan juga bisa melakukan aktivitas lain seperti naik kano, berenang, memancing, snorkeling, dan naik perahu layar. Gelombang laut yang tidak begitu besar membuat semua aktivitas itu bisa dilakukan.

Keeksotisan Pantai Pasir Putih Situbondo ternyata tidak hanya tersaji di permukaan laut saja. Wisatawan juga akan disuguhkan dengan panorama indah di bawah permukaan laut-nya.

Ada dua cara untuk bisa menikmati keindahan bawah laut di Pantai Pasir Putih Situbondo. Cara pertama adalah dengan snorkeling. Tentu cara ini bisa dilakukan mereka yang siap berbasah-basahan.

Bagi wisatawan yang tidak ingin basah, mereka tetap bisa menikmati keindahan bawah laut Pantai Pasir Putih Situbondo dengan cara kedua, yakni naik perahu. Mereka bisa melihat pemandangan bawah laut begitu perahu sampai di spot tujuan.

Cara melihat bawah laut pun unik karena bagian bawah perahu tidak terbuat dari kaca seperti beberapa pantai di Bali. Wisatawan bisa melihat keindahan bawah laut melalui sebuah kotak yang dasarnya terbuat dari kaca.

Wisatawan cukup memegang kotak itu dan meletakkan dasarnya di atas permukaan laut. Dengan cara itu, mereka akan bisa melihat pemandangan bawah laut dengan terumbu karang dan ikan-ikannya seperti ikan badut dan bulu babi.

Wisatawan hanya perlu untuk berhati-hati saat melihat keindahan bawah laut dengan cara tersebut. Kotak yang dipegang jangan sampai tenggelam, serta barang seperti smartphone atau kamera juga jangan sampai jatuh ke air.

Tarif untuk naik perahu dan melihat panorama bawah laut Pantai Pasir Putih Situbondo ini cukup terjangkau. Saat KompasTravel mencobanya pada Minggu (07/07/2019) lalu, biayanya hanya Rp 70.000 untuk dua orang.

8 Rekomendasi Kuliner di Sekitar Jalur Mudik Cirebon Tegal Brebes

Empal Gentong, salah satu menu andalan dari Batik Kitchen, Cirebon yang disajikan di dalam Gentong.

Mudik telah menjadi salah satu budaya masyarakat Indonesia jelang hari raya Idul Fitri. Momen mudik biasanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga dan mengunjungi beragam tempat wisata sekitar.

Bagi Anda yang telah merencanakan perjalanan mudik terutama melalui jalur darat, mencicipi aneka kuliner khas daerah di sekitar jalur mudik bisa menjadi solusi yang menarik untuk menghilangkan kepenatan setelah menempuh perjalanan panjang dengan lalu lintas yang padat.

Dikutip dari peta kuliner jalur lebaran pulau Jawa yang diterbitkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama pihak-pihak terkait, ada 8 rekomendasi kuliner yang layak Anda coba saat melakukan perjalanan di jalur mudik dari Cirebon, Tegal, higga Brebes.

Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai dan dimasak menggunakan kayu bakar di dalam gentong. Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi.

Di jalur mudik Cirebon Anda dapat menjumpai menu ini di kedai Empal Gentong Mang Darma yang terletak di Jalan Slamet Riyadi nomor 1, Cirebon. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor 089655077400.

Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun jati sebagai bungkus nasi. Sedangkan penyajian makanannya menggunakan sistem prasmanan.

Untuk menikmati nasi jamblang, Anda dapat mengunjungi kedai Nasi Jamblang Ibu Nur yang terletak di Jalan Cengkaring nomor 45. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor 08231234737.

Menu Nasi Lengko terdiri dari nasi putih, tempe goreng, tahu goreng, mentimun mentah segar dan dicacah, tauge rebus, daun kucai, bawang goreng, bumbu kacang, dan kecap manis.

Sunday, November 10, 2019

Halal Park dan Takjil Gratis Warnai Bandara Soetta Selama Ramadhan

Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019).


- Suasana bulan suci Ramadhan 1440 H sangat terasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pihak bandara akan membagikan takjil gratis dan menggelar berbagai rangkaian acara bertema Ramadhan selama bulan puasa.

Pihak bandara akan menyediakan takjil gratis sebanyak 3.700 box untuk para pengguna jasa penerbangan di Terminal 1,2, dan 3, serta kargo di masing-masing area tersebut. Totalnya, pengelola bandara akan menyediakan 111.000 box takjil selama sebulan.

"Sesuai dengan komitmen perusahaan, kami selalu memberikan pelayanan prima. Kami menyediakan Takjil gratis khusus bagi para pengguna jasa," tutur Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan berdasarkan siaran pers yang diterima KompasTravel, Minggu (05/05/2019).

Penyediaan takjil bertujuan untuk mempermudah penumpang pesawat ataupun pengantar untuk berbuka puasa lantaran beberapa jadwal penerbangan dilakukan menjelang bedug maghrib.

Pihak bandara juga melakukan kunjungan bertajuk Safari Ramadhan ke warga sekitar Bandara Soetta di 12 titik daerah yang tersebar di lima kecamatan. Selain itu, Posko Puasa dan Idul Fitri 1440 H atau Posko Angkutan Lebaran akan dioperasikan seperti pada tahun sebelumnya.

Berbagai program itu menjadi tradisi bagi kami, sebagai upaya kami dalam menyambut dan menghormati Ramadan serta Idul Fitri. Kami berharap pengguna tetap merasakan suasana Ramadan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ujar Wakan.

Wakan menjelaskan, tahun ini akan ada Halal Park di Plaza Terminal 3. Halal Park Tahap I akan mulai dibuka pada akhir Mei 2019 di Plaza Terminal 3 yang menghadirkan 40 tenant dari berbagai bidang usaha seperti F&B, ritel, fashion, beauty, perbankan BUMN, perbankan syariah, UMKM, Pegadaian, berbasis Zakat, hingga co-working space dan lain sebagainya.

Staff Humas Bandara Soetta Denny Irawan mengatakan, Halal Park kemungkinan akan diisi oleh berbagai makanan tradisional khas daerah yang akan dibanderol cukup terjangkau untuk masyarakat sekitar dan pengguna jasa penerbangan.

"Soal harga, masih dalam pembahasan lebih lanjut. yg jelas tidak mahal kok," ujarnya kepada KompasTravel, (06/05/2019).

Nantinya Halal Park ini akan memiliki total 120 tenant yang berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi.

Kuliner dan Kesenian khas Indonesia Akan Dipromosikan di Supermarket Paris

Supermarket Paris Store di Perancis.

VITO (Visit Indonesia Turism Officer) France mengadakan acara promosi Indonesia dengan judul LINDONESIE A LHONNEUR bekerjasama dengan salah satu Supemarket ASIA terbesar di Perancis, Paris Store selama satu hari penuh, Sabtu (13/7/2019).

"Paris Store adalah salah satu supermarket Asia terbesar di Perancis yang ada di hampir seluruh kota-kota Perancis. Jadi pengunjung yang akan datang itu setiap hari Sabtu ada ribuan orang, sekitar 5.000 orang," kata Kepala VITO France, Eka Moncarre dihubungi KompasTravel, Senin (8/7/2019).

Pada kesempatan tersebut, akan ditampilkan demo memasak khususnya untuk menu nasi goreng, sate ayam dan dadar gulung yang disediakan oleh Restoran Indonesia, restoran pertama di Paris yang menyajikan hidangan Indonesia. Selain itu, terdapat juga promosi terkait destinasi pariwisata yang berada di Indonesia.

Tidak kalah menarik adalah dilakukannya in-store product tasting and survey. Pengunjung dapat mencicipi secara langsung produk-produk potensial Indonesia, seperti produk teh dan camilan. Akan ditampilkan juga tarian tradisional Indonesia untuk menampilkan budaya Indonesia yang begitu beragam.

Eka mengatakan VITO France juga akan mengundang perwakilan agen perjalanan di Perancis, untuk memperkenalkan produk makanan dan kesenian khas Indonesia bersamaan dengan acara ini.

Paris Store merupakan supermarket Asia terbesar di Prancis yang berdiri sejak 40 tahun yang lalu dengan total 21 outlets antara lain di Paris, Lyon, Marseille, Toulouse, Strasbourg, dan lainnya.

Secara keseluruhan terdapat 6.000 produk yang dijual di dalam toko Paris Store di mana turn over tahunan mencapai 220 juta Euro dengan pergerakan perdagangan sebesar 7.500 ton airfreight per tahun serta 3.500 kontainer laut per tahun.

Namun demikian, tercatat saat ini Paris Store hanya mengimpor produk ikan beku dari Indonesia sedangkan belum terdapat produk makanan dan minuman siap saji dari Indonesia yang sangat beragam variasinya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi upaya bagi akses terhadap produk-produk Indonesia di pasar Perancis.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paris Store bekerja sama dengan VITO France, Atase Perdagangan Indonesia di Paris dan juga dengan partner-partner Indonesia di Perancis/Eropa seperti: Restoran INDONESIA di Paris, PT.Interaromat, dan Asosiasi Sekar Jagat yang akan menampilkan tarian tradisional budaya Indonesia.

Friday, November 8, 2019

Good France Tarik Pelancong Indonesia Berwisata Kuliner ke Perancis

Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet bersama para chef yang berpartisipasi dalam Good France 2019.

Festival tahunan masakan khas Perancis bertajuk Good France akan digelar pada tanggal 21 Maret 2019. Di festival ini Anda dapat menikmati beragam masakan khas Perancis di restoran-restoran yang terdapat di 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Manado.

Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet mengatakan Good France telah digelar sejak tahun 2015. Menurutnya festival ini mampu menarik wisatawan berkunjung ke Perancis, termasuk wisatawan dari Indonesia.

Keberhasilan acara ini ditunjukkan dari meningkatnya minat masyarakat di berbagai negara terhadap makanan-makanan khas Perancis. Hal ini juga jadi pendorong utama daya tarik Perancis termasuk Indonesia. Kemudian sepertiga wisatawan datang ke Perancis untuk warisan kulinernya, papar Charles di Universitas Podomoro, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Hal lain yang membuat wisatawan tertarik datang ke Perancis menurut Charles adalah dengan didaulatnya beragam daerah di Perancis sebagai tema tahunan festival Good France.

Misalkan saja untuk menyoroti keragaman warisan kuliner ini, Good France 2018 untuk pertama kalinya memilih wilayah Nouvelle Aquitaine sebagai tema. Kawasan pertanian pertama di Perancis ini memiliki sekitar 210 sertifikasi mutu untuk produk makanan lokalnya, paparnya.

Pada kesempatan yang sama Media Communication Good France, Dwi Setyowati, mengatakan festival ini rutin digelar untuk membawa nilai-nilai penting yang dibawa oleh gastronomi atau tata boga khas Perancis yang telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2010.

Lebih rinci Dwi mengatakan, di skala dunia ada 5.000 restoran yang berpartisipasi dalam acara ini, 60 restoran berada di Indonesia. Selain di Indonesia, festival ini juga digelar di 151 negara lainnya.

Di Jakarta ada 21 restoran yang berpartisipasi dalam acara ini. Restoran-restoran itu antara lain AMKC Atelier, AMUZ, Bistro Baron, Bleu Alley, Blue Terrace, Emilie, Garcon, Kalture, Levant, Lyon, Nusa, Olivier, Orient8, Pardon My French, PAUL, Podomoro University, Sea Brain, Shophie Authentique, dan Tangier.

Restoran-restoran yang berpartisipasi dalam festival ini akan memberikan promo spesial, sehingga harga menu masakan Perancis yang disajikan tak aan semahal biasanya.

Kami berharap dengan digelarnya festival ini bukan penggemar masakan Perancis saja yang menikmati, namun bagi yang belum pernah merasakan masakan Perancis dapat mencicipi dan berwisata kuliner sebelum benar-benar mengunjungi negaranya, tutup Dwi.

Siap-siap Belanja Barang "Outdoor" di Indofest 2019

Pengunjung melihat barang yang dijual dalam acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (12/5/2017). Indofest tahun keempat ini mengusung tema Embrace the Journey dan berlangsung hingga 6 Mei 2018 di Exhibition Hall B Jakarta Convention Center.

Bazar outdoor Indofest tahun ini akan kembali digelar esok Kamis (7/3/2019) pukul 10.30 WIB. Selain bazar, sejumlah talkshow rencananya akan turut meramaikan bazar outdoor yang memasuki episode kelimanya ini.

Sama dengan penyelenggaraan tahun lalu, Indofest 2019 bertempat di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan. Tahun ini, Indofest 2019 digelar hingga Minggu (10/3/2019).

Eva Fitri Yeni, koordinator acara Indofest 2019 dari COS Event mengklaim bila tahun ini area bazar lebih luas ketimbang edisi-edisi sebelumnya. Ia juga menyebut bakal mengoptimalkan sistem zonasi stan-stan bazar.

Zonasi ada equipment, activity, dan juga komunitas, kata Eva dalam jumpa pers di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Tahun ini, beberapa merek lokal tetap akan mendominasi bazar Indofest 2019 meskipun serbuan merek-merek mancanegara tak kalah hebat. Eva menyebut, Indofest 2019 akan diikuti oleh 70 persen merek lokal.

Semakin ramai brand-brand luar, tapi tetap didominasi oleh brand dalam negeri. Itu membuktikan industri dalam negeri kita masih kuat, tegas Disyon Toba, CEO Consina Outdoor Services.

Total, akan ada 150 stan yang berpartisipasi di Indofest 2019, sekitar 75 persen di antaranya bakal menggoda para pengunjung untuk merogoh kocek dengan tawaran produk-produk baru atau diskon harga produk cuci gudang.

Nanti juga ada stan-stan komunitas, kami beri gratis 30 stan. Kami di sini ingin menjembatani langsung antara pelaku kegiatan outdoor dengan komunitas, tutur Eva di kesempatan yang sama.

Thursday, November 7, 2019

Serunya Food Festival di HUT 54 Kompas

Food festival di HUT ke-54 Harian Kompas, Jumat (28/6/2019).

Harian Kompas tengah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-54. Beragam kegiatan digelar, mulai dari Kamis (27/6/2019) hingga Jumat (28/6/2019).

Rangkaian acara dimulai dari donor darah yang digelar Kamis pagi. Kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam PK Ojong, acara tumpengan dan penghargaan cendikiawan, kelas kreasi Kompas, food festival, dan diakhiri dengan acara malam jamuan cerpen pilihan Kompas 2018.

Salah satu acara yang paling menarik pengunjung adalah food festival yang digelar Jumat siang di halaman Gedung Kompas di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.

Ada beragam stan makanan di sana seperti stan burger, ben ben dimsum, bakso malang anti galau, fiesta ready meal, d'crepes, dabu dabu, ayam geprek cakhar, ponut donat kentang, dua cofee, ranky rice bowl, western hot dog, addictea, bakmi DKI, dan warung alya.

Yang menarik, pembayaran makanan di food festival ini dapat dilakukan melalui Go-Pay. Pengunjung pun dapat menikmati beragam promo menarik seperti potongan harga hingga cash back.

Tersedia meja dan kursi di sekitar food festival yang dapat digunakan para pengunjung untuk menikmati makanan dan minuman yang dibeli.

Rani, salah satu pengunjung food festival mengaku senang mengunjungi food festival ini.

"Di sini stan makannya banyak, harganya juga enggak mahal, jadi happy sih," sebutnya.

Hal serupa disampaikan Dimas.

"Saya kebetulan tadi lewat sini tadi dari kampus, saya memang ngekos daerah sini. Lumayan lengkap makanannya. Terus buka pas makan siang juga kan, jadi oke deh," sebutnya.

Tak hanya pengunjung, para pedagang pun mengaku puas dengan hasil penjualan siang tadi.

[VIDEO] Tips Mudik, Berkendara Menggunakan Mobil Pribadi

Ilustrasi mudik dengan MPV

- Jelang mudik Lebaran 2019, sejumlah orang telah merencanakan sejak jauh-jauh hari mengenai transportasi yang digunakan untuk mudik.

Salah satu pilihan adalah menggunakan mobil pribadi. Biasanya, mobil pribadi dipilih dengan alasan praktis dan tidak membutuhkan biaya banyak.

Ada sejumlah persiapan yang sebaiknya diperhatikan, terutama jika Anda berencana menggunakan mobil pribadi.

Kiat-kiat utama yang perlu diketahui adalah mengecek kondisi fisik dan perlengkapan darurat yang harus dibawa. Ini diperlukan agar perjalanan Anda bersama keluarga nyaman dan aman.

Selain itu, pemudik yang menggunakan mobil pribadi juga perlu mengecek saldo elektronik dan pastikan jumlahyna mencukupi untuk melewati tol.

Apa saja tipsnya? Semua informasi itu terangkum secara lengkap dalam video berikut: