Showing posts with label pantai. Show all posts
Showing posts with label pantai. Show all posts

Monday, November 25, 2019

Mengenal Watu Krus, Jejak Pertama Bangsa Portugis di Sikka Flores

Watu Krus (Batu Salib), jejak peninggalan bangsa Portugis di pantai Selatan tepatnya di Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/6/2019).

Ternyata bangsa Portugis pertama kali menginjakkan kakinya di pantai Selatan Maumere tepatnya di Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu ditandai dengan adanya Watu Krus ( Batu Salib) yang berada tepat di Bola, Pantai Selatan Maumere. Hingga kini, Watu Krus itu masih berdiri kokoh meski selalu diterjang ombak.

Masyarakat Desa Bola pun menjaga dan merawat Watu Krus dengan baik. Watu Krus tersebut dipercaya merupakan jejak dan peninggalan suci dari Bangsa Portugis di tempat.

Sabtu (15/6/2019), saya bersama tiga rekan jurnalis memilih berwisata di Pantai Bola yang berada di bagian selatan kota Maumere.

Tujuan kami ke arah selatan Maumere itu adalah hendak mengeksplor keindahan Pantai Bola dan Watu Krus jadi target utama.

Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok di antara perbukitan, tibalah kami di bibir pantai Bola, tepatnya Kampung Bola, Desa Bola, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka itu.

Di bibir Pantai Bola kami langsung menyaksikan pesona Watu Krus (Batu Salib). Letaknya sekitar 100 meter dari bibir pinggir pantai. Batu itu berdiri kokoh di atas batu karang.

Di sekitar Watu Krus itu tampak warga sedang asyik mencari ikan dan kerang di genangan air di pantai yang dipenuhi batu karang. Kami pun mengabadikan Watu Krus itu.

Setelah mengambil gambar, kami mendekati dua orang warga Bola yang tengah menikmati suasana siang di pinggir pantai. Kami berbincang tanya seputar keberadaan dan sejarah Watu Krus itu. Tetapi mereka mengaku kurang terlalu paham dengan sejarahnya.

Salah seorang tokoh muda Bola, Martinus pun berinisiatif memanggil tokoh sesepuh di Desa Bola yang paham sejarah Watu Krus itu. Ia adalah mama Maria Adolorata. Kebetulan juga, rumahnya tidak jauh dari pantai Bola.

Lima menit berselang, Martinus pun muncul bersama seorang ibu yang tak lain adalah Maria Adolorota. Kami menyalaminya sambil menyatakan maksud kunjungan ke Desa Bola. Maria juga menyalami dan menyapa kami dengan tegur sapa yang ramah penuh lembut.

4 Tips Liburan ke Taman Bunga Alamanda yang Instagramable di Jogja

Taman Bunga Alamanda di Sleman, Yogyakarta yang Penuh Spot Foto.

Mengunjungi taman bunga yang penuh warna bisa menjadi alternatif tempat liburan untuk mengisi akhir pekan. Warna-warni keindahan bunga bisa menjadi sarana relaksasi untuk mengusir penat bekerja.

Berkunjung ke taman bunga juga pas bagi mereka pencinta fotografi dan selfie. Hasil foto keren yang untuk mewarnai konten media sosial bisa didapatkan usai berkunjung ke taman bunga.

Bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya, tidak sulit untuk berwisata ke taman bunga. Ada Taman Bunga Alamanda yang tepatnya berada di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta.

Ada berbagai bunga warna-warni yang semakin lengkap dengan berbagai ornamen instagramable. Taman ini pun cocok dikunjungi untuk liburan sekeluarga atau bersama pasangan.

Jika ingin berkunjung ke Taman Bunga Alamanda, berikut 4 tips-nya:

Taman Bunga Alamanda merupakan jenis wisata luar ruangan sehingga paling pas dikunjungi ketika cuaca cerah. Tentu jika cerah, penjelajahan dan aktivitas berfoto bisa dilakukan dengan leluasa.

Memang tersedia payung untuk pengunjung yang bisa melindungi dari hujan. Namun, aktivitas berfoto tidak akan bisa dilakukan dengan leluasa. Hal itu karena perangkat kamera bisa rusak jika terkena air hujan.

Selain itu jika cuaca cerah, bunga-bunga dan ornamen lain di taman ini akan semakin hidup. Terlebih jika langit sedang cerah, maka langit biru akan membuat hasil jepretan semakin menawan.

Saat cuaca cerah, datang di pagi atau sore hari merupakan keputusan yang pas. Untuk sementara Taman Bunga Alamanda akan buka dari pukul 08.00 sampai 18.00 WIB, meski ada rencana dibuka sampai malam saat sudah selesai 100 persen nanti.

Friday, November 22, 2019

Cara Menghindari Penipuan Taksi di Istanbul

Taksi di Istanbul.

Naik kendaraan umum, khususnya taksi saat berwisata memiliki risiko penipuan. Tak terkecuali di Istanbul, Turki yang cukup terkenal dengan penipuan taksi di kalangan wisatawan.

Saat KompasTravel berkunjung ke sana Maret 2019, modus penipuan sopir taksi adalah dengan mengatakan struk taksi akan keluar di akhir perjalanan. Padahal selama dalam perjalanan, sopir taksi tampak seperti memainkan sebuah alat.

Selesai perjalanan, struk taksi akan mengeluarkan harga yang terbilang fantastis. Bisa dua sampai tiga kali lipat lebih mahal, dari harga yang seharusnya dengan jarak yang sama.

"Jika di Istanbul memang baiknya jangan naik taksi sembarangan," kata pemandu wisata asli Turki, Serhad saat acara Zaloramadhan Discoveries bersama Zalora Indonesia dan Klook Travel Indonesia, Minggu (24/3/2019).

Serhad mengatakan jangankan wisatawan, bahkan warga Istanbul sendiri bisa terkena modus penipuan taksi.

Untuk itu warga lokal biasanya punya cara tersendiri jika memang ingin menumpang taksi. Pertama adalah tidak menyetop taksi di sembarang tempat.

Kedua minta tolong kepada hotel atau toko tempat belanja untuk memanggil taksi yang memang sudah terpercaya.

Dari beberapa forum wisata internasional, modus penipuan taksi di Istanbul juga banyak bentuk. Selain yang disebutkan di atas, juga dengan mengatakan tidak ada uang kembali.

Untuk itu pastikan selalu membawa uang dengan nominal pecahan kecil di dompet. Taksi ilegal juga cukup marak di sana tanpa penanda identitas taksi.

Jadi selalu waspada jika menumpang taksi di Istanbul, jika memang curiga dari awal segera turun dari kendaraan.

Mama Papa Muda, Catat 10 Tips Lengkap Bawa Bayi di Pesawat

Ilustrasi penumpang memangku bayi di pesawat.

Membawa bayi menumpang pesawat menjadi saat yang mendebarkan bagi orang tua. Ruang sempit di pesawat berarti berbagi kenyamanan bayi bersama penumpang lainnya.

Dalam kondisi yang tidak nyaman, bayi hanya dapat mengekspresikan diri dengan menangis. Untuk meminimalisir ketidaknyamanan bayi ada berbagai cara yang dapat dilakukan orang tua.

Tentunya ini juga memerlukan dukungan orang sekitar bayi saat di pesawat. Berikut kita membawa bayi di pesawat agar ia nyaman:

Jika kamu membawa bayi, pesanlah tiket minimal satu bulan sebelum. Pelajari aturan maskapai mengenai aturan membawa bayi. Sebab setiap maskapai punya aturan minimal usia bayi dan harga tiket yang berbeda.

Memesan tiket lebih lama, juga memungkinkan kamu meminta fasilitas bagi bayi seberti keranjang bayi. Beberapa amskapai bahkan punya makanan untuk bayi usia dua tahun ke atas. Namun harus dipesan sebelum penerbangan.

Waktu penerbangan paling pas untuk membawa bayi adalah saat jam tidur bayi. Penerbangan dekat sebaiknya dilakukan di siang hari (waktu tidur siang bayi), dan untuk penerbangan jauh biasakan pilih malam hari.

Dengan begitu, aman dan nyaman naik pesawat bersama bayi terwujud.

Kursi ini paling cocok bagi penumpang yang membawa bayi. Selain tenang karena jauh dari turbin pesawat, kursi prioritas ini juga memudahkan penumpang untuk keluar masuk pesawat dengan cepat, serta jarak antar kursinya lebih luas dan nyaman untuk bayi.

Kursi sebelah lorong juga memudahkan orang tua untuk membawa bayi ke toilet, atau berdiri untuk menggendong bayi yang bosan.

Jelajah Al Zubarah, Mesin Waktu Menuju Masa Lalu Qatar

Benteng Al Zubarah di Rentuntuhan Kota Al Zubarah, Qatar.

Saat ini ibukota Qatar, Doha mungkin menjadi salah satu kota paling futuristik di dunia. Tak hanya itu, Qatar juga penuh dengan tempat-tempat futuristik dengan teknologi canggih.

Namun, hanya berjarak sekitar satu jam dari Doha, rasanya mungkin bagaikan melintasi mesin waktu yang membawa pengunjung ke masa kehidupan di Teluk Arab berabad-abad silam.

Tempat yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Doha itu adalah Al Zubarah. Berbeda dengan Doha yang futuristik, Kota Al Zubarah begitu sunyi dengan bangunan peninggalan sejarah masa lalu.

Meski sekarang tampak seperti kota mati, Al Zubarah pernah berjaya dan berkembang pesat pada pertengahan abad ke-18 atau sekitar tahun 1700-an hingga 1800-an. Dulunya kota ini menjadi pusat perdagangan, khususnya mutiara.

Kota Al Zubarah dengan benteng-benteng nan kuat ini didirikan oleh para pedagang. Kota ini kemudian bangkit dan berkembang menjadi pelabuhan internasional utama dengan jaringan perdagangan melalui laut ke berbagai tempat di penjuru dunia.

Ketika masa kejayaannya, Al Zubarah diperkirakan dihuni oleh 9.000 orang. Dilansir dari CNN Travel, menurut para arkeolog, tempat tinggal masyarakat dulunya membentang lebih dari 1,4 kilometer di sepanjang pantai.

Pembangunan kota ini direncanakan dengan sangat berhati-hati. Ada arsitektur istana megah yang begitu besar. Ada pula bangunan lain seperti halaman rumah berdinding batu, masjid, gubug nelayan, dan area manufaktur.

Selain menjadi pusat perdagangan mutiara, kegiatan ekonomi Al Zubarah juga disokong oleh produksi sari kurma dalam jumlah besar yang berguna untuk pemanis dan pengawet. Kini para arkeolog telah menemukan hampir 40 tempat pemerasan sari kurma.

Namun Kota Al Zubarah terus mendapat seranga. Kota ini pun sebagian besar hancur pada tahun 1811 dan benar-benar ditinggalkan setelah itu. Karena ditinggalkan, bangunan yang ada di sana pun mulai tidak terawat.

Puluhan tahun berlalu, pasir yang berembus dari gurun di Qatar dan sekitarnya muai menyelimuti reruntuhan Kota Al Zubarah. Kini wilayah arkeologi di sepanjang pantai dipenuhi reruntuhan kota.

Ditemukan pula banyak sisa permukiman yang dibentengi untuk melindungi sumur-sumur di dalam kota yang penting. Salah satu peninggalan yang paling terkenal adalah Benteng Al Zubarah yang sekarang menjadi obyek wisata andalan.

Sekarang ini reruntuhan Kota Al Zubarah telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Mengenal Moke, Minuman Tradisional dan Simbol Adat di Sikka Flores

Moke yang sudah disuling ulang di IKM Lontar, Desa Watu Gong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/5/2019).

Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat terkenal dengan pesona alamnya yang indah, masyarakat yang ramah, tradisi dan budaya yang unik, dan berbagai hasil kebun seperti kopi, cengkih dan vanili.

Selain itu, ternyata masyarakat Flores khususnya di Kabupaten Sikka, memiliki kemampuan khusus yakni membuat minuman tradisional yang disebut moke.

Moke adalah minuman tradisional yang bersumber dari hasil iris buah pohon lontar. Proses penyulingan tradisional itu merupakan warisan nenek moyang dan dibuat terus menerus.

Bagi masyarakat Sikka, moke itu simbol adat dan persaudaraan dalam kehidupan sosial.

Dengan kadar alkohol yang cukup tinggi, moke tetap dikonsumsi sebagai sarana pemersatu masyarakat di Kabupaten Sikka.

Rabu (15/5/2019), saya berkesempatan mengunjungi seorang perajin moke di desa Watu Gong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Dari kota Maumere menuju desa itu, saya menempuh perjalanan sekitar 15 menit. Jaraknya memang sangat dekat dari ibu kota Kabupaten Sikka.

Tiba di desa itu, saya langsung menyambangi rumah seorang perajin moke bernama Stevanus. Moke milik Stevanus ini sudah berlabel dan memang sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat kota Maumere. Inilah alasan saya bertemu langsung Stevanus di kediamannya.

Tiba di rumahnya, ia tampak lagi sibuk menyuling moke yang akan dijual. Meski sedang sibuk, Stevanus menyambut saya dengan sapaan ramah.

Tanpa muluk-muluk, saya pun menyalaminya sambil perkenalkan diri dan menyampaikan apa maksud dan tujuan berkunjung.

Stevanus pun menyambut dengan gembira ketika mendengar tujuan saya berkunjung.

Ia langsung saya menuju tempat penyulingan moke, tepatnya di belakang dapur. Ia mengarahkan saya melihat proses penyulingan moke secara sederhana.

Kemudian, ia mengambil 3 botol moke yang sudah jadi dan meletakkan di atas meja.

"Ini moke yang sudah disuling ulang dan sudah bisa dijual untuk dikonsumsi," ungkap Stevanus kepada Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Sejuknya Pemandian Topa di Muna

Permandian Topa di desa Labone, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, ini  mempunyai air yang sangat sejuk dan jernih karena mempunyai banyak mata air yang mengalir di dalam kolam tersebut.


Suara tawa anak-anak yang bermain di kolam terdengar dari balik rumah warga.

Pemandian kolam air yang berada di Desa Labone, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ini sering dikunjungi anak-anak dan warga sekitar setiap hari.

Lokasinya yang sangat dekat dengan pemukiman warga ini menjadikan pemandian yang bernama Pemandian Topa ini menjadi salah satu tempat favorit yang dikunjungi warga setiap liburan.

Pemandian Topa mempunyai air yang sangat sejuk dan jernih karena mempunyai banyak mata air yang mengalir di dalam kolam tersebut.

Menurut pengelola Pemandian Topa, La Miri, pemandian ini mempunyai lahan seluas sekitar 1 hektar.

Kendala fasilitas belum memandai, namun kita akan lengkapi. Nanti kita akan rapat dalam desa untuk mengembangkannya, kata La Miri, Senin (22/4/2019).

Ia menambahkan, saat ini terdapat beberapa fasilitas yang sudah disiapkan seperti tempat parkir, ruang ganti dan lapak.

Kita belum menentukan untuk biaya retribusi, karena masih ada yang wahana yang masih kita kembangkan kedepannya di permandian ini, ujarnya.

Menurut La Miri, semenjak pemandian Topa dibuka untuk umum, banyak pengunjung yang mulai datang ke lokasi tersebut.

Pengunjung bukan hanya warga sekitar Kabupaten Muna saja, namun juga warga dari daerah lain juga datang berkunjung.

Hari biasa tetap ada. Hari libur berkisar ribuan yang datang ke sini. Pengunjungnya dari luar kecamatan, atau kabupaten, ada yang dari Kabupaten Buton Tengah, ucap La Miri.

Awal, seorang pengunjung, mengaku sangat menyukai datang ke Pemandian Topa karena jaraknya yang dekat pemukiman warga.

Selain itu, airnya sangat jernih dan sejuk, makanya sangat suka untuk mandi. Biasa saya datang ke sini sama keluarga dan anak-anak, ungkap Awal.

Thursday, November 21, 2019

Mampukah Start Up Kuliner Jadi Unicorn?

Ilustrasi makanan

- Kuliner dapat menjadi bisnis dengan keuntungan masif yang menarik untuk digeluti. Namun tentunya ada syarat dan usaha lebih yang harus dilakukan.

" Start up adalah sebuah pendekatan. Jangan cuma bicara start up teknologi atau unicorn. Di kuliner juga bisa jadi unicorn," jelas Kepala Deputi untuk Akses Finansial Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Fadjar Hutomo ditemui di pembukaan Accelerice, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Fadjar mencontohkan bisnis kuliner yang tergolong sukses dan berkembang dengan cepat di Indonesia adalah Warunk Upnormal.

Dalam kurun waktu empat tahun Warunk Upnormal mampu membuka 80 outlet di kota-kota Indonesia.

Tak hanya Warunk Upnormal, Fadjar juga menyebutkan beberapa venture capital juga mulai menyuntikkan dana ke merek kopi lokal Indonesia. Seperti Fore Coffee dan Kopi Kenangan yang mendapat kucuran dana sampai jutaan dollar AS untuk mengembangkan bisnis.

"Saya kira mereka (pemodal) melihat peluang (bisnis kuliner) besar untuk jadi champion dalam teknologi kita," ungkap Fadjar.

Fadjar sendiri menyebutkan potensi bisnis kuliner di Indonesia sangat besar. Sayangnya masih sering tebentur ketika ingin mengembangkan bisnis ke skala lebih besar. Ia menyebutkan rata-rata karena bisnis tersebut tidak memiliki standar yang dapat mendukung dalam skala besar.

"Masih banyak start up kuliner kita yang butuh pendampingan untuk akselerasi bisnis. Buat kita pemerintah, peran dari swasta juga penting," jelas Fadjar.

Bekraf juga mencatat kuliner merupakan subsektor dengan pendapatan tinggi, mampu berkontribusi 30 persen dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Sedangkan data dari Food Inovation dan Knowledge Hub Accelerice mencatat ada 5,6 juta pelaku usaha kuliner di Indonesia, yang berpeluang besar untuk diakselerasi menjadi bisnis kuliner yang berskala lebih besar.

Wednesday, November 20, 2019

Sejarah Masjid Kubah Emas di Depok

Salah satu bagian dari Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Kubah Emas yang berlokasi di Jalan Raya Meruyung, Sawangan, Depok. Foto diambil pada Senin (5/6/2017).

Pendiri Masjid Dian Al Mahri atau dikenal Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat, Dian Djuriah Rais tutup usia, Jumat (29/3/2019). Dian adalah sosok di balik bangunan ikonik di Depok ini.

Menurut skripsi karya Mirza Shahrani, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008, "Masjid Kubah Emas di Depok: Fenomena Reproduksi Masjid Kawasan Timur Tengah Dalam Konteks Indonesia", Dian merupakan pengusaha asal Banten yang lahir pada 1953.

Usaha Dian ada banyak, salah satunya di bidang properti yang dirintis sejak 1980. Ia lebih banyak menjalankan usaha di Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi.

Selain terkenal sebagai pengusaha sukses, Dian juga terkenal sebagai seorang dermawan yang gemar membantu anak yatim piatu dan membangun masjid sebagai bentuk ibadah. Tercatat kurang lebih ada 1.000 masjid yang dibangun Dian tersebar di Indonesia.

Dian disebutkan membangun masjid berdasarkan spontanitas. Saat jalan-jalan ke suatu daerah dan melihat masyarakat membutuhkan masjid, secara spontan Dian akan membantu pembangunan masjid di daerah tersebut.

Salah satu yang paling terkenal adalah Masjid Dian Al Mahri yang dibangun pada 2001 dan selesai pada 2006. Masjid Dian Al Mahri dengan luas 8.000 meter persegi berdiri di lahan seluas 70 hektar, membuatnya menjadi masjid dengan lahan terluas di Jabodetabek.

Dalam skirpsi tersebut juga diungkapkan bahwa Dian berpendapat masjid adalah representasi rumah Tuhan, sehingga membangun masjid yang indah dan megah adalah sebuah bentuk ibadah.

Masjid yang megah dan indah, menurut Dian, juga dapat mengantarkan perasaan, menggetarkan jiwa, menggenapkan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, Sedangkan keindahan masjid mampu mengingatkan manusia akan kebesaran Tuhan.

Untuk menghadirkan masjid yang mampu menjadi simbol keagungan Islam, maka Dian beranggapan arsitektur masjid tersebut harus mencirikan arsitektur Islam yang kuat.

Dalam hal ini ia mengacu pada daerah asal kelahiran Islam, yakni Timur Tengah. Itulah rujukan desain Masjid Kubah Emas. Arsitektur masjid di Timur Tengah memiliki ciri khas kubah, minaret, halaman depan, serta penggunaan detail atau hiasan dekoratif berbentuk geometris.

Ciri khas Masjid Kubah Emas tampak dari lima kubah yang dilapisi emas. Pemasangan emas dilakukan dengan tiga teknik.

Pertama dengan serbuk emas yang terpasang di mahkota pilar, gold plating terdapat pada lampu gantung, pagar mezanin, ornamen kaligrafri kalimat tasbih, dan pucuk langit langit kubah, Sedang kubah utama dan kubah menara menggunakan teknik gold mozaik solid.

Masjid Kubah Emas sendiri berlokasi di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Pemilihan Depok sebagai lokasi ini dengan alasan Dian gemar bercocok tanam dan ingin lingkungan masjid asri.

Kemudian Dian juga tinggal di kawasan tersebut, karena dinilai Depok mudah diakses jika harus ke Jakarta, dan lahan pembangunan Masjid harus besar dan Depok yang dipilih.

Dian berharap Masjid Kubah Emas menjadi kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan umat Islam akan sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan sosial yang menyatu dalam kawasan Islamic Center Dian Al Mahri.

Dalam kawasan tersebut juga berdiri rumah pribadi Dian, gedung serba guna, vila, dan pertokoan. Ia sebenarnya juga berharap adanya pembangunan rumah sakit, dan sekolah asrama dalam kawasan Masjid Kubah Emas.

Pada hari Minggu atau libur, Masjid Kubah Emas didatangi sekitar 10.000 orang. Jumlahnya bahkan lebih saat ada hari raya atau peringatan Agama Islam. Banyaknya pengunjung, membuat masyarakat sekitar juga terbantukan dalam sektor ekonomi dari Masjid Kubah Emas.

Monday, November 18, 2019

Memasarkan Indonesia Lewat Makanan di Perancis

Parade ikon kuliner Indonesia, yang memamerkan ke 34 set menu kuliner unggulan dari berbagai propinsi di Indonesia, dalam Indonesia Culinary Confrence & Creative Expo, Rabu (4/9/2017).

VITO (Visit Indonesia Turism Officer) France punya strategi unik untuk memperkenalkan Indonesia di Perancis. Makanan menjadi jalur pembuka mengenalkan Indonesia pada orang Perancis yang belum kenal akan Indonesia.

"Orang Perancis tahu dengan kuliner, mereka tahu banget dengan gastronomi. Jadi kalau kita mempromosikan Indonesia lewat kuliner dan gastronomi itu masuk sekali," jelas Kepala VITO France, Eka Moncarre dihubungi KompasTravel, Senin (8/7/2019).

Eka bercerita saat beberapa kali mengadakan demo masak atau festival kuliner Indonesia di Perancis, banyak orang Perancis yang takjub saat mencoba kuliner Indonesia.

"Ya mereka suka makanan Indonesia, karena kuliner Indonesia masih terbilang baru untuk orang Perancis," jelas Eka.

Makanan Indonesia juga disebutkan Eka cocok untuk lidah orang Perancis. Kandungan bumbu dan rempah yang loyal membuat orang Perancis menggangap makanan Indonesia unik.

Namun jika bicara preferensi wisata, mayoritas orang Perancis lebih menyukai wisata alam dan budaya.

"Seratus persen mereka mempriotitaskan alam dan budaya, kuliner itu suplemen. Tetapi kita memperkenalkan gastronomi untuk strategi memperkenalkan Indonesia. VITO Perancis jadikan ini sebagai starategi marketing," kata Eka.

Salah satu acara promosi Indonesia di Paris adalah LINDONESIE A LHONNEUR. VITO France dengan salah satu Supemarket ASIA terbesar di Perancis, Paris Store untuk mengadakan demo memasak, in store product tasting, survey, dan pertunjukan tarian tradisional Indonesia yang akan diselenggarakan di Paris Store, Sabtu (13/7/2019).

Malindo Air Perkenalkan Penerbangan Tarif Super Saver

Pesawat Malindo Air

Maskapai penerbangan asal Malaysia, Malindo Air mengumumkan Super Saver sebagagai a new fare group atau tarif grup baru. Penerbangan kelompok tarif murah ini diklaim cocok untuk para backpacker.

CEO Malindo Air, Chandran Rama Muthy mengatakan, layanan terbaru ini memberikan alternatif dan kemudahan perjalanan yang memungkinkan penumpang untuk mempersiapkan tarif sesuai kebutuhan bagasi dan makanan di pesawat.

Ia mengatakan, Super Saver tersedia di Kelas Ekonomi dan dioperasikan menggunakan pesawat tipe Boeing dan ATR.

Dalam mengakomodir selama proses pemesanan (booking), untuk keberangkatan dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) terdapat pilihan Super Saver, Value, Flexi dan Business. Sementara penerbangan yang dilayani ATR, menawarkan menu selection pilihan Super Saver, Value dan Shuttle/ Flexi.

Malindo Air sangat senang menghadirkan layanan Super Saver. Hal ini bedasarkan permintaan dari penumpang dan mitra kami. Dengan demikian Super Saver akan menjadi opsi yang disesuaikan kebutuhan penerbangan, misalnya bagi backpacker atau suits light traveler yang akqn melakukan perjalanan dengan tidak menggunakan kebutuhan bagasi ataupun makan selama perjalanan, papar Chandran.

Ia menambahkan, peluncuran layanan Super Saver ini bertepatan dengan rangkaian dan perayaan semarak HUT ke-6 Malindo Air yang jatuh pada bulan ini.

Pada momen spesial, Malindo Air juga memperkenalkan kampanye ulang tahun - tarif sekali jalan all-in mulai dari RM59. Ke depan, kami terus berupaya tetap fokus pada pelanggan dan menjadikannya pengalaman terbang lebih baik setiap kali terbang bersama Malindo Air, tambah Chandran.

Ada beragam promo menarik ke semua tujuan di seluruh jaringan Malindo Air jika memesan melalui website Malindo Air www.malindoair.com, kantor penjualan tiket, customer care centre, atau agen perjalanan pilihan.

Saturday, November 16, 2019

Ngabuburit dan Ragam Promo Selama Bulan Ramadhan di Ancol

Wisatawan di area Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (17/4).

- Ketika menjalani ibadah puasa, umat muslim Indonesia kerap melakukan berbagai aktivitas sambil menunggu adzan maghrib untuk berbuka. Aktivitas tersebut sudah menjadi tradisi yang biasa disebut dengan ngabuburit.

Untuk warga Jakarta, salah satu tempat yang cocok untuk ngabuburit adalah Taman Impian Jaya Ancol di bilangan Jakarta Utara. Dengan suguhan utama panorama laut, berjalan-jalan di sekitar pantai bisa menjadi pilihan ngabuburit.

Terlebih jika ngabuburit sambil menyaksikan kelincahan mamalia laut ataupun melihat ragam biota laut, tentu menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif.

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Ancol memberikan promo 'hemat berempat' khusus di bulan Mei atau selama Ramadhan untuk rekreasi wisata Ocean Dream Samudra dan Sea World.

Khusus pembelian melalui website www. ancol.com, pengunjung bisa mendapatkan tiket promo seharga Rp 270.000 di hari kerja dan Rp 370.000 di akhir pekan untuk empat orang. Sementara Sea World menawarkan Rp 240.000 di hari kerja dan Rp 300.000 di akhir pekan untuk empat orang.

"Tidak perlu khawatir untuk sajian berbuka puasa. Di Ancol banyak sekali restoran ataupun tempat makan yang turut menawarkan paket berbuka puasa," ujar Corporate Communications Taman Impian Jaya Ancol, Rika Lestari berdasarkan siaran pers yang diterima KompasTravel, Selasa (07/05/2019).

Beberapa tempat makan di kawasan Ancol seperti Kafe Hoax dan Rempah Penyet menawarkan paket berbuka bertajuk "Buffet Ramadhan" dengan harga Rp 75.000 per orang. Bagi pengunjung yang reservasi 3 hari sebelum kedatangan, bisa mendapat tiket masuk Ancol secara cuma-cuma.

Adapun untuk acara buka puasa bersama dengan jumlah total 20 orang, Hotel Putri Duyung Ancol menawarkan paket Iftar Ramadhan mulai dari Rp 99.000 per orang.

Setelah ngabuburit dan menyantap hidangan berbuka puasa, pengunjung bisa bersiap menunaikan ibadah salat Maghrib di Mashid Baiturrahman yang terletak di dekat Sea World Ancol.

7 Aktivitas yang Bisa Kamu Lakukan di Taman Suropati Jakarta

Sekelompok mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang sedang berlatih menggambar di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2013).

Taman Suropati merupakan salah satu taman yang cukup menarik yang ada di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Taman ini dikelilingi oleh Jalan yang bernama Jalan Suropati.

Nama Taman Suropati diambil dari nama pahlawan nasional Untung Suropati. Taman yang sudah ada sejak jaman Belanda ini kerap dijadikan warga untuk lari sejenak dari kepenatan kota Jakarta.

Untuk kamu yang mungkin belum pernah dtang ke Taman Suropati, berikut ini beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan jika berkunjung kesana:

1. Memberi makan merpati

Kalau datang ke Taman Suropati, kamu akan menjumpai banyak burung-burung merpati yang terbang bebas di area ini.

Sebuah lokasi yang cocok untuk mengajak jalan-jalan keluarga utamanya si kecil. Di taman ini, pengunjung bisa jalan-jalan sembari memberi makan burung-burung merpati yang tentunya akan membuat si kecil gembira

2. Menghirup udara segar

Tempatnya yang nyaman, pohon-pohonnya yang rimbun, dan pemandangannya yang indah adalah salah satu alasan mengapa taman ini begitu digemari.

Tempat ini memberikan suasana alami, apalagi ditambah dengan hadirnya air mancur dan keberadaan para merpati.

Kalau kamu mencari udara segar di tengah udara Jakarta yang panas dan berpolusi, maka Taman Suropati adalah tempat yang tepat.

3. Wisata kuliner

Di sekitar area Taman Suropati, terdapat cukup banyak penjaja kuliner yang menjual beraneka rupa makanan.

Sekitar pukul setengah 6 sore di Taman Suropati, para pedagang mulai bermunculan. Mulai dari tukang bakso, siomay, penjual minuman, es krim, dan tentunya nasi gila, makanan khas Taman Suropati.

4. Melihat Monumen ASEAN

Terdapat enam Monumen ASEAN di Taman Suropati. Enam Monumen ASEAN tersebut dibuat oleh para seniman dari berbagai negara di ASEAN.

Keenam negara yang ada di Monumen ASEAN tersebut adalah Brunei Darussalam, Thailand, Indonesia, Singapura, Filipina dan Malaysia.

5. Berolahraga

Lokasi Taman Suropati merupakan lokasi yang ideal untuk berolahraga. Beberapa aktivitas olahraga bisa kamu lakukan di tempat ini seperti jogging, atau bersepeda.

Kamu juga bisa sekedar jalan-jalan mengitari taman, sembari bercengkerama dan menikmati sore di tempat ini.

6. Foto-foto

Taman Suropati memiliki cukup banyak sisi-sisi yang instagrambale. Bangku-bangku yang tertata rapi dengan rumput-rumput yang menghijau adalah lokasi yang tepat untuk berswafoto.

Pun pemain biola, saxophone maupun merpati yang berkeliaran juga bisa menjadi sasaran kamu untuk mengabadikannya melalui lensa kamera.

7. Menikmati Malam

Taman Suropati juga cocok didatangi pengunjung ketika malam hari tiba. Kamu bisa menikmati asiknya malam dengan berkeliling area taman yang dihiasi cukup banyak lampu-lampu bernyala kuning.

Selain lebih sepi, hawa sejuk yang berhembus, membuat Taman Suropati kian terasa syahdu.

Friday, November 15, 2019

Sering Transit di Bandara Changi? Coba Daftar Changi Rewards Travel"

Jewel Changi Airport Singapura.

Bagi warga Indonesia yang sering bepergian lewat Bandara Changi, Singapura, kini dapat memperoleh lebih banyak hak istimewa jika Anda mendaftar Changi Rewards Travel (CRT). Adapun program CRT diluncurkan pertama kali di Indonesia oleh Changi Airport Group (CAG).

Associate General Manager CAG Changi Rewards Travel Jaisey Yip mengatakan, program ini pertama kali diluncurkan di Indoenesia yang merupakan salah satu pasar wisatawan terbesar Singapura hingga saat ini.

CRT ingin memberikan penghargaan untuk wisatawan yang bepergian melalui Bandara Changi dengan rangkaian hak istimewa yang sudah dikurasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan sesuai untuk kebutuhan wisatawan, ujar Jaisey di Hotel The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Menurutnya, cukup dengan mendaftarkan diri sebagai anggota ke ChangiRewardsTravel.com, anggota dapat menikmati akses lounge di bandara di seluruh dunia untuk menikmati fasilitas sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan, tertinggal pesawat saat transit, fasilitas limusin, dan masih banyak lagi.

Ia menambahkan, keanggotaan di CRT ini terbuka untuk wisatawan dengan usia minimal 16 tahun. Jika sudah terdaftar sebagai anggota CRT, Anda otomatis akan terhubung dengan program Changi Rewards yang merupakan sebuah program penghargaan bagi anggota untuk mendapatkan fasilitas berbelanja dan bersantap di Bandara Changi dan Jewel Changi Airport.

Dengan satu pendaftaran di ChangiRewardsTravel.com, wisatawan dapat menikmati hak istimewa dalam berbelanja, bersantap, dan berwisata, lanjut Jaisey.

Jaisey melanjutkan, CRT ini memiliki dua tipe keanggotaan. Tipe keanggotaan pertama disebut Fly to Earn dantipe kedua yaitu Pay to Access. Adapun keanggotaan Fly-to-Earn memiliki tiga tingkatan keanggotaan, yaitu Classic, Premium, dan Elite.

Untuk keanggotaan Fly to Earn, tingkatan keanggotaan yang didapat berdasarkan jumlah penerbangan melalui Bandara Changi yang terdaftar selama masa keanggotaan mereka. Cukup dengan mendaftarkan satu penerbangan yang melewati Bandara Changi, anggota dapat langsung terdaftar di tingkatan Classic. Untuk tipe keanggotaan ini pelanggan tak dipungut biaya, paparnya.

Kemudian keanggotaan Pay to Access merupakan program langganan berbayar yang memberikan akses instan kepada anggota untuk langsung terdaftar ke tingkatan Premium dengan membayar 199 dolar Singapura atau tingkatan Elite dengan membayar seharga 399 dolar Singapura.

Jaisey mengatakan, Changi Airport Group memperkenalkan Changi Rewards Travel untuk menunjukkan apresiasi kami kepada wisatawan dan melayani dengan lebih baik lagi kepada mereka yang sering bepergian melalui Bandara Changi.

"Kami telah mengkurasi secara khusus berbagai hak istimewa untuk anggota, dengan harapan dapat memberikan ketenangan dengan jaminan perjalanan dan mengubah waktu tunggu mereka dengan kegiatan yang produktif dan santai untuk memberikan pengalaman wisata yang bebas stres dan dapat dinikmati, kata Jaisey.

Menpar: Setelah Soetta, Bandara Internasional Banyuwangi Akan Buka LCCT

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menjadi narasumber salam acara zona inspirasi di Kompas TV, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, setelah Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Bandar Udara Internasional Banyuwangi juga akan membuka low-cost carrier terminal ( LCCT) atau terminal penerbangan untuk maskapai penerbangan berbiaya rendah.

Jadi yang sudah menyatakan akan (membuka LCCT) itu adalah Banyuwangi, oleh Angkasa Pura II juga, ujar Menpar ketika melakukan kunjungan ke Menara Kompas, Senin (29/4/2019).

Adapun pada Rabu (1/5/2019) Indonesia akan memiliki LCCT pertama yang bertempat di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan akan mulai melayani penerbangan internasional.

Dalam berbagai kesempatan Menpar menyebut LCCT menjadi salah satu penentu utama keberhasilan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ( wisman) pada tahun 2019.

"Tanpa LCCT, jangan harap target 20 juta wisatawan akan tercapai. (LCCT) Sangat menentukan," ujar Arief di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (20/7/2019) malam.

Untuk LCCT Bandara Soetta, Menpar bahkan menargetkan penambahan kunjungan wisatawan sebesar 10 persen dari target kunjungan wisman atau sekitar 2 juta wisman.

Menurut Menpar, sebagian besar wisman yang datang ke Indonesia adalah melalui jalur udara. Pembukaan terminal maskapai berbiaya rendah ini diharapkan mampu menarik minat wisman datang ke Indoenesia.

Nah airlines itu ada dua besar, satu full service carrier, seperti Garuda, SQ (Singapore Airline), lalu ada low cost carrier (LCC) seperti Air Asia, Lion. Yang full service carrier hanya tumbuh 5 persen, yang LCC tumbuhnya lebih dari 20 persen, lanjut Menpar.

Menurutnya, sejauh ini wisman yang datang ke Indonesia menggunakan layanan full service carrier karena Indonesia belum memiliki LCCT. Dengan semakin banyaknya LCCT yang dibangun di Indonesia, Menpar optimis target kunjungan wisman akan tercapai.

Wednesday, November 13, 2019

Melihat Pesona Bawah Laut Pantai Pasir Putih Situbondo dari Kotak Kaca

Melihat keindahan bawah laut di Pantai Pasir Putih Situbondo lewat kotak kaca.

Keindahan bawah laut di Indonesia biasanya banyak ditemukan di bagian timur. Beberapa di antaranya bahkan sudah sangat terkenal, seperti Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara atau Raja Ampat di Papua.

Namun, butuh biaya tidak sedikit untuk bisa menyaksikan keindahan bawah laut di kedua obyek wisata tersebut. Terlebih jika domisili atau tempat tinggal jauh dari sana, dibutuhkan waktu tempuh yang lebih lama untuk bisa berlibur di sana.

Bagi traveller yang domisilinya cukup jauh dari Bunaken atau Raja Ampat, tidak perlu khawatir. Masih ada banyak tempat-tempat untuk menyaksikan keindahan panorama bawah laut, salah satunya adalah Pantai Pasir Putih Situbondo.

Obyek wisata ini bisa dijangkau dengan transportasi darat. Lokasi Pantai Pasir Putih Situbondo berada di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jarak dari Kota Situbondo hanyalah sekitar 21 kilometer.

Pantai yang bisa ditempuh dari Kota Situbondo dalam waktu hanya setengah jam ini memang istimewa. Salah satu keistimewaan paling kentara dari Pantai Pasir Putih Situbondo adalah suasananya yang seolah kombinasi Bali dan Nusa Tenggara.

Lanskap sekitar pantai berupa pegunungan biasanya memang familiar dengan pantai-pantai yang ada di kawasan Nusa Tenggara, baik Nusa Tenggara Barat (NTB) atau Nusa Tenggara Timur (NTT).

Suasana Nusa Tenggara itu khususnya bisa dirasakan saat musim kemarau, antara Juni sampai sekitar awal Oktober. Pegunungan yang mengering dengan langit biru cerah dan laut biru nan jernih semakin membuat nuansa Nusa Tenggara semakin kental.

Nuansa Pulau Bali juga sangat terasa di Pantai Pasir Putih Situbondo ini. Itu karena banyak aktivitas wisata yang lazim dilakukan di pantai-pantai Pulau Dewata. Aktivitas wisata ini mencapai puncaknya pada hari libur.

Selain bermain air di pantai, wisatawan juga bisa melakukan aktivitas lain seperti naik kano, berenang, memancing, snorkeling, dan naik perahu layar. Gelombang laut yang tidak begitu besar membuat semua aktivitas itu bisa dilakukan.

Keeksotisan Pantai Pasir Putih Situbondo ternyata tidak hanya tersaji di permukaan laut saja. Wisatawan juga akan disuguhkan dengan panorama indah di bawah permukaan laut-nya.

Ada dua cara untuk bisa menikmati keindahan bawah laut di Pantai Pasir Putih Situbondo. Cara pertama adalah dengan snorkeling. Tentu cara ini bisa dilakukan mereka yang siap berbasah-basahan.

Bagi wisatawan yang tidak ingin basah, mereka tetap bisa menikmati keindahan bawah laut Pantai Pasir Putih Situbondo dengan cara kedua, yakni naik perahu. Mereka bisa melihat pemandangan bawah laut begitu perahu sampai di spot tujuan.

Cara melihat bawah laut pun unik karena bagian bawah perahu tidak terbuat dari kaca seperti beberapa pantai di Bali. Wisatawan bisa melihat keindahan bawah laut melalui sebuah kotak yang dasarnya terbuat dari kaca.

Wisatawan cukup memegang kotak itu dan meletakkan dasarnya di atas permukaan laut. Dengan cara itu, mereka akan bisa melihat pemandangan bawah laut dengan terumbu karang dan ikan-ikannya seperti ikan badut dan bulu babi.

Wisatawan hanya perlu untuk berhati-hati saat melihat keindahan bawah laut dengan cara tersebut. Kotak yang dipegang jangan sampai tenggelam, serta barang seperti smartphone atau kamera juga jangan sampai jatuh ke air.

Tarif untuk naik perahu dan melihat panorama bawah laut Pantai Pasir Putih Situbondo ini cukup terjangkau. Saat KompasTravel mencobanya pada Minggu (07/07/2019) lalu, biayanya hanya Rp 70.000 untuk dua orang.

8 Rekomendasi Kuliner di Sekitar Jalur Mudik Cirebon Tegal Brebes

Empal Gentong, salah satu menu andalan dari Batik Kitchen, Cirebon yang disajikan di dalam Gentong.

Mudik telah menjadi salah satu budaya masyarakat Indonesia jelang hari raya Idul Fitri. Momen mudik biasanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga dan mengunjungi beragam tempat wisata sekitar.

Bagi Anda yang telah merencanakan perjalanan mudik terutama melalui jalur darat, mencicipi aneka kuliner khas daerah di sekitar jalur mudik bisa menjadi solusi yang menarik untuk menghilangkan kepenatan setelah menempuh perjalanan panjang dengan lalu lintas yang padat.

Dikutip dari peta kuliner jalur lebaran pulau Jawa yang diterbitkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama pihak-pihak terkait, ada 8 rekomendasi kuliner yang layak Anda coba saat melakukan perjalanan di jalur mudik dari Cirebon, Tegal, higga Brebes.

Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai dan dimasak menggunakan kayu bakar di dalam gentong. Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi.

Di jalur mudik Cirebon Anda dapat menjumpai menu ini di kedai Empal Gentong Mang Darma yang terletak di Jalan Slamet Riyadi nomor 1, Cirebon. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor 089655077400.

Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun jati sebagai bungkus nasi. Sedangkan penyajian makanannya menggunakan sistem prasmanan.

Untuk menikmati nasi jamblang, Anda dapat mengunjungi kedai Nasi Jamblang Ibu Nur yang terletak di Jalan Cengkaring nomor 45. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor 08231234737.

Menu Nasi Lengko terdiri dari nasi putih, tempe goreng, tahu goreng, mentimun mentah segar dan dicacah, tauge rebus, daun kucai, bawang goreng, bumbu kacang, dan kecap manis.

Monday, November 11, 2019

Berkunjung ke Museum Sangiran? Ada Apa Saja?

Salah satu koleksi peninggalan purbakala yang disimpan di Museum Sangiran, Sragen.

- Akhir pekan menjadi saat yang tepat untuk menikmati waktu santai bersama keluarga. Menjajal tempat baru sekaligus belajar mengenal jaman prasejarah juga dapat menjadi pilihan.

Jika Anda berada di wilayah Solo dan sekitarnya, cobalah berkunjung ke Museum Sangiran di Sragen. Ada apa saja di sana?

Museum Sangiran atau lebih dikenal dengan museum manusia purba ini berlokasi di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen. Letaknya tak begitu jauh dari Solo, hanya sekitar 17 kilometer ke arah utara.

Tiket masuknya pun terbilang tak mahal, tak sampai Rp 10.000 untuk wisatawan domestik. Setibanya di parkiran, Anda akan disambut patung kepala manusia purba berukuran besar.

Museum Sangiran menyimpan puluhan ribu fosil dari jaman pleistocen (lebih dari dua juta tahun yang lalu).

Dilansir dari Situs Kabupaten Sragen, temuan fosil di Sangiran untuk jenis hominid purba (diduga sebagai asal evolusi manusia) ada 50 jenis atau individu. Fosil yang ditemukan di wilayah ini merupakan 50 persen dari temuan fosil di dunia dan 65 persen dari temuan di Indonesia.

Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil, di mana 2.931 fosil ada di museum dan sisanya disimpan di gudang penyimpanan.

Ruang pameran museum yang menjadi salah satu warisan budaya dunia (World Heritage List) terbagi menjadi beberapa bagian.

Tiap-tiap ruang pameran tersebut menyuguhkan berbagai fosil jutaan tahun lalu yang tertata rapi, dilengkapi dengan keterangan fosil tersebut. Ruang pameran juga dilengkapi dengan AC, sehingga pengunjung dapat menikmati dan belajar apa yang ada di sana dengan nyaman.

Tak hanya itu, museum yang diurus Dinas Pariwisata Sragen ini juga mempunyai fasilitas lain seperti laboratorium, gudang fosil, dan ruang slide.

Selain itu, juga terdapat kios-kios yang berjajar rapi yang menjual berbagai pernak-pernik dari batuan, baju, topi, makanan dan lainnya.

Beberapa koleksi di Museum Sangiran seperti,

Fosil ini antara lain Australopithecus africanus, Pithecanthropus mojokertensis (Pithecanthropus robustus), Meganthropus palaeojavanicus, Pithecanthropus erectus, Homo soloensis, Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens.

Diikuti WNA, Turnamen Golf di Batam Berhasil Tarik Minat Wisman

Ilustrasi main golf.

Batam kembali menjadi tuan rumah dalam pertandingan golf internasional yang bertajuk SSG - Tering Bay International Amateur Championship 2019. Acara yang berlokasi di Tering Bay Golf & Country Club, Batam ini akan berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juni 2019.

Sales and Marketing Manager Tering Bay Golf & Country Club Dian Ariati mengatakan, sejauh ini peserta yang sudah mendaftarkan ke pihak Tering Bay hampir mencapai 120 orang.

Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya berasal dari Singapura dan warga negara lain yang berdomisili di sana, seperti Jerman, Perancis, Amerika, Selandia Baru, Australia, Thailand, Hongkong, Korea, dan Malaysia.

Sedangkan, peserta dari Indonesia yang terdaftar 15 orang dan keseluruhannya berasal dari Batam. Asal tahu saja, sebagian besar dari mereka adalah atlet binaan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Batam.

:Kenalkan Ini 6 Lapangan Golf Bertaraf Internasional di Batam

SSG - Tering Bay International Amateur Championship 2019 merupakan turnamen golf amatir bagi pegolf yang memiliki handicap di bawah 12 untuk kategori Men Division serta handicap di bawah 20 untuk kategori Men Senior dan Ladies, ungkapnya.

Dian menjelaskan, ada beberapa trofi yang akan diperebutkan oleh para peserta, yakni Champions , 1st Runner Up, 2nd Runner Up, 3rd Runner Up untuk Men Division dan khusus untuk kategori Ladies serta Men Senior akan memperebutkan masing-masing gelar Champion dan Runner Up.

Acara bertaraf international ini sudah tiga kali dilaksanakan di Tering Bay sejak 2015. Selain kepercayaan dari pihak Society of Singapore Golfers (SSG), ini juga merupakan wujud keikutsertaan Tering Bay dalam membantu program Kementerian Pariwisata ( Kemenpar) untuk mendatangkan wisatawan ke Batam melalui sport tourism, lanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, turnamen ini akan mulai dilaksanakan pada Minggu (30/6/2019).

Peserta yang sebagian besar berasal dari Singapura akan datang ke Batam menggunakan ferry dari Tanah Merah (Singapura) sekitar pukul 08.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, mereka akan melakuakn practice round dan dilanjutkan makan siang serta check in di Batam View Beach Resort, urainya.

Pada Senin pagi, para peserta harus sudah sampai di Tering Bay untuk melaksanakan turnamen hari pertama.

:Kemenpar Promosikan Wisata Golf di Pameran Golf Terbesar Singapura

Turnamen akan dimulai berdasarkan tee time pertama pada pukul 06.15 WIB sampai selesai.

Sebagai informasi, turnamen ini akan menentukan pemenang melalui perhitungan gabungan score hari pertama, kedua, dan ketiga.

Pemenang akan diumumkan pada saat acara Prize Presentation, Rabu (3/7/2019), tambah Ardiwinata.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani mengatakan, kegiatan tersebut akan meningkatkan awareness Batam sebagai salah satu surga golf di Indonesia. Sebab, daerah ini memiliki enam lapangan golf bertaraf international.

:Datangkan Wisman, Kemenpar Dukung Batam Gelar Turnamen Golf

Keenam lapangan golf tersebut adalah Tering Bay Golf & Country Club, Palm Springs Golf & Country Club, Southlinks Country Club, Indah Puri Golf Resort, Padang Golf Sukajadi, dan Batam Hills Golf Resort, bebernya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun menyatakan, iklim investasi di Batam akan terus stabil dengan kembali masuknya para investor di sektor pariwisata. Dengan begini, perekonomian di Batam diharapkan akan terus meningkat.

Golf mempunyai pasar tersendiri. Ini semakin melengkapi keberadaan sport tourism yang selama ini sudah membuat pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) bergeliat. Selain itu sport tourism juga menjadi penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) cukup banyak. Ini akan terus kami dukung, pungkas Arief.

Sunday, November 10, 2019

Halal Park dan Takjil Gratis Warnai Bandara Soetta Selama Ramadhan

Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019).


- Suasana bulan suci Ramadhan 1440 H sangat terasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pihak bandara akan membagikan takjil gratis dan menggelar berbagai rangkaian acara bertema Ramadhan selama bulan puasa.

Pihak bandara akan menyediakan takjil gratis sebanyak 3.700 box untuk para pengguna jasa penerbangan di Terminal 1,2, dan 3, serta kargo di masing-masing area tersebut. Totalnya, pengelola bandara akan menyediakan 111.000 box takjil selama sebulan.

"Sesuai dengan komitmen perusahaan, kami selalu memberikan pelayanan prima. Kami menyediakan Takjil gratis khusus bagi para pengguna jasa," tutur Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan berdasarkan siaran pers yang diterima KompasTravel, Minggu (05/05/2019).

Penyediaan takjil bertujuan untuk mempermudah penumpang pesawat ataupun pengantar untuk berbuka puasa lantaran beberapa jadwal penerbangan dilakukan menjelang bedug maghrib.

Pihak bandara juga melakukan kunjungan bertajuk Safari Ramadhan ke warga sekitar Bandara Soetta di 12 titik daerah yang tersebar di lima kecamatan. Selain itu, Posko Puasa dan Idul Fitri 1440 H atau Posko Angkutan Lebaran akan dioperasikan seperti pada tahun sebelumnya.

Berbagai program itu menjadi tradisi bagi kami, sebagai upaya kami dalam menyambut dan menghormati Ramadan serta Idul Fitri. Kami berharap pengguna tetap merasakan suasana Ramadan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ujar Wakan.

Wakan menjelaskan, tahun ini akan ada Halal Park di Plaza Terminal 3. Halal Park Tahap I akan mulai dibuka pada akhir Mei 2019 di Plaza Terminal 3 yang menghadirkan 40 tenant dari berbagai bidang usaha seperti F&B, ritel, fashion, beauty, perbankan BUMN, perbankan syariah, UMKM, Pegadaian, berbasis Zakat, hingga co-working space dan lain sebagainya.

Staff Humas Bandara Soetta Denny Irawan mengatakan, Halal Park kemungkinan akan diisi oleh berbagai makanan tradisional khas daerah yang akan dibanderol cukup terjangkau untuk masyarakat sekitar dan pengguna jasa penerbangan.

"Soal harga, masih dalam pembahasan lebih lanjut. yg jelas tidak mahal kok," ujarnya kepada KompasTravel, (06/05/2019).

Nantinya Halal Park ini akan memiliki total 120 tenant yang berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi.